Pejabat Dapat Mobil Dinas Miliaran, Damkar Tangsel Berjuang dengan Armada Uzur

Mobil Pemadam Kebakaran Tangsel
Sumber :
  • Dok

VIVA BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan setelah mengalokasikan anggaran hampir Rp20 miliar untuk menyewa ratusan mobil dinas pejabat selama 2026. Di saat yang sama, sejumlah armada pemadam kebakaran yang menjadi ujung tombak pelayanan darurat justru masih beroperasi dalam kondisi memprihatinkan.

img_title Sewa Mobil Dinas Tangsel Disebut Sehatkan APBD

Berdasarkan data Sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) LPSE Kota Tangerang Selatan, Sekretariat Daerah menganggarkan Rp19.953.672.920 untuk penyewaan 194 kendaraan dinas selama Januari hingga Desember 2026. Kendaraan tersebut digunakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga kelurahan.

Namun, di balik besarnya anggaran untuk kendaraan operasional pejabat, kondisi armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan menunjukkan realitas berbeda.

img_title APBD 2025 Disahkan, Bupati Zakiyah Bongkar Strategi Cegah Kebocoran Anggaran, Target WTP Tetap Terjaga

Fakta itu terlihat saat petugas berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda tiga gudang di kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Rabu, 8 Juli 2026.

Di tengah proses pemadaman, salah satu mobil pemadam tampak mengalami kebocoran pada bagian tangki air. Air terus mengalir ke badan jalan saat pompa bekerja menyuplai kebutuhan air ke selang pemadam.

img_title BPKAD Kota Serang Kunci Anggaran Bonus MTQ 2026, Cair Lewat APBD Perubahan Agustus

Tak hanya mengalami kebocoran, kondisi fisik sejumlah armada juga menunjukkan tanda-tanda penuaan. Cat kendaraan mengelupas, karat terlihat pada bagian tangki, dan beberapa komponen kendaraan mengalami kerusakan akibat usia pakai yang telah melewati satu dekade.

Salah seorang petugas Damkar Tangsel, Ilham, membenarkan kerusakan tersebut berasal dari bagian klep kendaraan yang mengalami gangguan.

"Bocor itu karena klep rusak," kata Ilham di lokasi.

Ia mengakui usia kendaraan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan berbagai persoalan teknis terus bermunculan.

"Ya mungkin karena sudah tua," ujarnya.

Menurut dia, armada tertua yang masih digunakan merupakan kendaraan produksi tahun 2011. Dengan usia lebih dari 15 tahun, sebagian kendaraan dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menunjang tugas pemadaman kebakaran.

"Kalau dilihat dari situasinya, karena mobil sudah lebih dari 10 tahun ya sudah enggak layak," katanya.

Meski rutin menjalani perawatan, gangguan teknis masih kerap terjadi.

"Sil bocor, pernah mogok juga. Untungnya bukan saat dibawa tugas," ungkapnya.

Ilham mengatakan usulan pengadaan armada baru sebenarnya telah beberapa kali diajukan. Namun hingga kini belum terealisasi.

Halaman Selanjutnya
img_title