Kabar Baik, Santri MA Al-Fathaniyah Kota Serang Lolos Kuliah, Ada yang Tembus Kedokteran dan Raih Beasiswa KIP
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Prestasi membanggakan kembali diraih Madrasah Aliyah (MA) Al-Fathaniyah Kota Serang. Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, sebanyak 18 santri berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Jumlah tersebut hampir mencapai separuh dari total 38 siswa kelas XII yang lulus pada tahun ini.
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi madrasah dalam mendorong para santri agar tidak hanya memiliki bekal pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi sesuai bakat, minat, dan cita-cita mereka.
Salah satu pencapaian yang paling menonjol datang dari Amrina Wahyu Rosyada. Ia berhasil diterima di Program Studi Kedokteran Universitas Lampung (Unila), sebuah program studi yang dikenal memiliki persaingan ketat dalam proses seleksi mahasiswa baru.
Kepala MA Al Fathaniyah Kota Serang, Saeful Ulum, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak para santri masih berada di bangku madrasah.
Menurutnya, sekolah lebih dulu mendata siswa yang memiliki keinginan melanjutkan kuliah. Setelah itu, madrasah memberikan pendampingan berupa informasi jalur masuk perguruan tinggi, strategi menghadapi seleksi, hingga motivasi agar para santri semakin percaya diri mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru.
"Kami sejak awal mendata santri yang memiliki keinginan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Setelah itu mereka diberikan informasi mengenai jalur masuk, pola seleksi, hingga motivasi agar lebih siap menghadapi proses penerimaan mahasiswa baru," ujar Saeful Ulum, Rabu, 8 Juli 2026.
Pendampingan tersebut tidak dilakukan secara instan. Madrasah membimbing para santri secara bertahap selama mereka menempuh pendidikan di tingkat Aliyah. Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai sistem seleksi masuk perguruan tinggi, strategi menghadapi ujian, hingga informasi mengenai peluang memperoleh bantuan pendidikan.
Santri MA Al-Fathaniyah Kota Serang
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Dari total 38 santri kelas XII yang terdiri atas 18 santri putra dan 20 santri putri, sebanyak 18 orang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat lulusan MA Al-Fathaniyah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Saeful Ulum menilai capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen madrasah dalam membangun budaya akademik di lingkungan sekolah. Selain memberikan motivasi kepada siswa, sekolah juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah kampus diberikan kesempatan untuk datang langsung ke sekolah. Mereka memperkenalkan berbagai program studi, menjelaskan mekanisme penerimaan mahasiswa baru, sekaligus memberikan informasi mengenai peluang memperoleh beasiswa.
"Kampus-kampus kami beri kesempatan untuk datang ke sekolah. Mereka menyampaikan pola rekrutmen mahasiswa, jalur masuk, sampai informasi mengenai beasiswa," katanya.
Selain menggandeng perguruan tinggi, MA Al-Fathaniyah juga memanfaatkan jaringan alumni sebagai bagian dari proses pembinaan. Para alumni yang saat ini menempuh pendidikan di berbagai kampus secara rutin berbagi pengalaman kepada adik kelas mereka.
Alumni memberikan gambaran mengenai proses seleksi, materi ujian, hingga tips menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi. Pengalaman tersebut dinilai sangat membantu para santri dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan seleksi.
"Senior-senior yang sudah kuliah biasanya ikut membimbing. Mereka memberikan kisi-kisi materi tes dan berbagi pengalaman kepada adik-adiknya," ujar Saeful Ulum.
Pendampingan dari para alumni juga mampu meningkatkan rasa percaya diri para santri. Mereka menjadi lebih siap menghadapi ujian dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan di perguruan tinggi.
Madrasah juga terus memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak mengurungkan niat melanjutkan kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi. Salah satu program yang banyak dimanfaatkan adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Menurut Saeful Ulum, sebagian besar santri yang diterima di perguruan tinggi memiliki kesempatan memperoleh pembiayaan melalui program tersebut. Beberapa mahasiswa yang diterima di Universitas Bina Bangsa dan Universitas Banten Jaya telah memperoleh dukungan melalui KIP Kuliah.
Sementara itu, bagi santri yang diterima di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui jalur mandiri, proses pengajuan KIP Kuliah dilakukan setelah mereka dinyatakan lolos sesuai ketentuan yang berlaku.
Program pembinaan menuju perguruan tinggi bukanlah kegiatan yang baru dijalankan. MA Al-Fathaniyah telah menerapkannya selama beberapa tahun terakhir dan terus melakukan evaluasi agar hasilnya semakin optimal.
Keberhasilan alumni pada angkatan sebelumnya juga menjadi sumber inspirasi bagi para siswa yang masih belajar di madrasah. Banyak alumni yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan dukungan beasiswa sehingga membuktikan bahwa keterbatasan biaya bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pada tahun ini, lulusan MA Al-Fathaniyah diterima di berbagai program studi yang beragam. Mulai dari ilmu keagamaan, komunikasi, teknik, manajemen, hukum, pendidikan hingga kedokteran.
Santri MA Al-Fathaniyah Kota Serang
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Adapun perguruan tinggi tujuan para santri antara lain UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Lampung, Universitas Bina Bangsa, Universitas Banten Jaya, Universitas Islam Bandung, serta Universitas Islam Banten.
Berikut daftar santri yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada Tahun Pelajaran 2025/2026:
Riska Nadia Safitri diterima di Program Studi Asuransi Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Desi Nursyawidar diterima di Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa. Anismursila memilih Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Andhika Pratama diterima di Teknik Informatika Universitas Banten Jaya. Alfi Haerunnisa diterima di Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Sepia Ramadani dan Ainil Ma'rifat melanjutkan studi pada Program Studi Manajemen Universitas Bina Bangsa.
Muhammad Haikal diterima di Hukum Tata Negara UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Wira Muhammad melanjutkan pendidikan pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Bandung.
Ihsan, Khusni Mubarok, serta Cahya Tachyudin diterima di Program Studi Teknik Sipil Universitas Banten Jaya. Vika Fatimah Zahro melanjutkan studi di Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Khoirunnisa El Balqis diterima di Ilmu Komunikasi Universitas Bina Bangsa. Suci Ramadhani memilih Program Studi PGSD Universitas Bina Bangsa. Faizul Anwar diterima di Program Studi Manajemen Universitas Banten Jaya.
Sementara itu, Amrina Wahyu Rosyada berhasil menembus Program Studi Kedokteran Universitas Lampung, sedangkan Dwi Murtafiah diterima di Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Keberhasilan 18 santri tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan yang dilakukan MA Al-Fathaniyah berlangsung secara konsisten dan terarah. Kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, alumni, serta dukungan program beasiswa menjadi fondasi penting dalam meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan pendidikan tinggi.
Madrasah berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi angkatan berikutnya agar semakin banyak santri berani mengejar pendidikan tinggi, memperluas wawasan, dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Dengan pembinaan yang terus diperkuat, MA Al-Fathaniyah optimistis mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang siap bersaing di dunia akademik maupun dunia kerja.