UIN SMH Banten Gandeng Ditjen Badilag MA, Kolaborasi Besar Cetak Hakim dan SDM Peradilan Agama Berkelas

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

 

img_title UIN SMH Banten Percepat Penyusunan Statuta Baru, Siapkan Kampus Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan

Ketua PTA Banten, Drs. Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Dirjen Badilag Nomor 1841/DJA/HM1.1.1/7/2026. Sebanyak 75 peserta mengikuti agenda pembinaan yang dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama.

 

img_title FTIK UIN SMH Banten dan AICI Cetak Generasi AI Lewat Festival Robotik 2026, Siapkan Masa Depan Adaptif

"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada PTA Banten sebagai tuan rumah. Kami siap menerima pembinaan dari Bapak Dirjen dan berkomitmen mengimplementasikan kerja sama ini secara optimal," ujar Abdullah.

 

img_title UIN SMH Banten Resmi Buka Seleksi Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora 2026-2029, Cek Syaratnya

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI, Drs. Muchlis, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama Ditjen Badilag sepanjang 2026.

 

Ia mengatakan aparatur peradilan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam penerapan sistem peradilan berbasis digital seperti e-Court dan e-Litigasi. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan tinggi dinilai menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

 

"Di tengah transformasi digital, aparatur peradilan harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi melalui pendidikan yang lebih tinggi agar pelayanan hukum menjadi semakin cepat, profesional, dan berkeadilan," tegas Muchlis.

 

Ditjen Badilag juga berharap UIN SMH Banten dapat menghadirkan sistem pembelajaran yang fleksibel sehingga pegawai pengadilan tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

 

Selain transformasi digital, Muchlis mengungkapkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan kebutuhan calon hakim. Dari total 612 formasi yang tersedia, hanya 362 peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir seleksi.

 

"Kami berharap perguruan tinggi mampu mencetak calon hakim yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi seluruh tahapan seleksi aparatur sipil negara," ujarnya.

 

Kendati demikian, Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten, Prof. Wasehuddin, menambahkan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

 

Ia berharap sinergi yang telah dibangun dapat diwujudkan melalui berbagai program konkret yang memberi manfaat bagi aparatur peradilan, sivitas akademika, maupun masyarakat.

 

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar kolaborasi antara UIN SMH Banten dan Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI mampu memperkuat kualitas pendidikan hukum, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong terwujudnya sistem peradilan agama yang semakin profesional, modern, dan berintegritas di Indonesia.