Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Sudah Lima Kali Meletus Sejak Dini Hari
- Aplikasi Magma Indonesia.
VivaBanten – Kondisi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di tengah laut Selat Sunda, terus menunjukkan aktifitas vulkaniknya.
Dalam laporan yang disajikan Magma Indonesia, aplikasi resmi milik PVMBG, Kementrian ESDM dan disusun oleh tiga orang penjaga pos pantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, hingga berita ini ditulis pukul 10.21 wib, tercatat sudah lima kali erupsi.
Laporan itu disajikan pada Rabu, 08 Juli 2026, sejak pukul 00.00 wib dan disusun oleh tiga petugas pos pantau Gunung Anak Krakatau, yakni Muhammad Dika Nurzaman, Rioboniek Situmorang dan Deny Mardiono.
Saat ini, pos pantau GAK di Pasauran Anyer, Kabupaten Serang, Banten, menetapkan status gunung berapi di Selat Sunda pada Level III atau Siaga, dengan larangan aktifitas dalam radius 3km dari kawah aktif.
Letusan pertama terjadi pukul 00.11 wib, dengan ketinggian kolom abu tidak teramati, karena dalam kondisi malam hari. Sedangkan dalam rekaman seismogram, amplitudo maksimumnya 24mm selama 40 detik.
Erupsi kedua pukul 05.50 wib, dengan ketinggian mencapai 250 meter, kolom abu berwarna kelabu hingga hitam, mengarah ke barat laut. Dalam rekaman seismogram, amplitudo maksimumnya 26.1 mm selama 44 detik.
Letusan ketiga pukul 07.11 wib, dalam laporan yang disusun oleh Rioboniek Situmorang, tercatat ketinggian kolom abu 250 meter berwarna kelabu hingga hitam, amplitudo maksimumnya 44.4 mm, selama 31 detik.
Erupsi keempat terjadi pukul 08.42 wib dan disusun oleh Deny Mardiono, ketinggian letusan Gunung Anak Krakatau menurun, menjadi 100 meter dari atas puncak. Kolom abu berwarna hitam tebal kearah barat laut, dengan amplitudo maksimum 35 mm selama 40 detik.
Letusan kelima Gunung Anak Krakatau kembali terjadi pukul 09.35 wib setinggi 200 meter diatas puncak, dengan kolom abu berwarna kelabu mengarah ke barat laut. Amplitudo maksimumnya 49 mm selama 27 detik.