Lintasi Asia hingga Eropa, Kakek Nenek Keliling Dunia Usung Misi Diplomasi Budaya

Kisah inspiratif sepasang lansia akan jelajahi dunia
Sumber :
  • istimewa

VIVA Banten - Pasangan inspiratif asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan Indriati (61) akan memulai ekspedisi lintas negara bertajuk "The Great Overland Journey: Indonesia • Southeast Asia • Mecca • Europe 2026–2027".

img_title Nyala Karya Jadi Awal Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya di Kota Serang

Ekspedisi yang didukung oleh PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. (LUPROMAX) ini secara resmi dilepas di kantor LUPROMAX, Tangerang, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Selama kurang lebih sepuluh bulan, pasangan yang dikenal luas melalui media sosial sebagai "Kakek Nenek Keliling Dunia" tersebut akan menempuh perjalanan darat melintasi Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah hingga Eropa menggunakan Toyota Voxy 2022.

img_title Ngaku Hendak ke Hainan, Petugas Bandara Soetta Gagalkan Keberangkatan 32 Calon Haji Non-Prosedural

Bagi Faisal dan Indriati, perjalanan ini bukan sekadar wisata atau petualangan. Lebih dari itu, ekspedisi ini merupakan misi untuk menunjukkan bahwa usia tidak pernah menjadi penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan inspirasi bagi sesama.

Sebelum memulai perjalanan menuju Mekkah dan Eropa, keduanya telah memiliki pengalaman panjang menjelajahi Nusantara dan mancanegara.

img_title Lonjakan Wisatawan Akhir Pekan, Mal Ciputra Tangerang Suguhkan Hiburan Edukatif Anak

Sejak Februari 2022, mereka telah mengunjungi lebih dari 30 provinsi di Indonesia serta delapan negara di Asia Tenggara, di antaranya Timor-Leste, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam menghadapi perjalanan lintas benua dengan beragam budaya, bahasa, kondisi geografis, dan iklim. Mengusung semangat "The Great Overland Journey", perjalanan ini bukan hanya tentang sejauh apa kendaraan melaju, tetapi tentang seberapa besar makna yang dapat dibawa di setiap kilometer perjalanan.

Setiap perbatasan yang dilintasi menjadi simbol bahwa mimpi tidak mengenal usia, sementara setiap perjumpaan dengan masyarakat di berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui keramahan, persahabatan, budaya, dan semangat saling menginspirasi.

"Kami ingin membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus bermimpi, belajar, berkarya, dan menjelajahi dunia. Perjalanan ini bukan sekadar berpindah tempat, tetapi membawa harapan, mempererat persahabatan antarbangsa, serta memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Kami berharap kisah ini dapat menginspirasi masyarakat untuk tetap aktif, produktif, dan berani mewujudkan impian di usia berapa pun," kata T. Faisal Laksamana.

Selain mendokumentasikan perjalanan, ekspedisi ini juga membawa misi memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, nilai kemanusiaan, serta wajah Indonesia yang ramah kepada masyarakat dunia melalui berbagai platform digital.

Halaman Selanjutnya
img_title