Rapat Evaluasi Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin, BNPB Tambah 2 Helikopter Water Bombing
- Sherly/viva
VIVA Banten - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah pengerahan helikopter water bombing dengan total saat ini empat unit. Penambahan tersebut guna mempercepat proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Selasa, 7 Juli 2026.
"Total saat ini ada empat unit helikopter water bombing dengan jenis Black Hawk. Daya tampung air sama, 4.000 liter, ini untuk mempercepat proses pemadaman," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan.
Pihaknya juga telah mengevaluasi, saat ini total 50 persen lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan, dengan 70 persen persen pembersihan. Sehingga, dipastikan pemadaman akan cepat tertangani.
"Dari total yang terbakar, 50 hektar sudah berhasil dipadamkan. Untuk target pemadaman bisa besok atau lusa, pokoknya terus kita kerahkan (personel) agar segera padam. Personel juga sudah ada 500 disini," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid telah menyiapakan 2 hektar lahan untuk lokasi penampungan sampah sementara.
"Dengan kondisi saat ini, kami siapkan 2 hektar lahan untuk penampungan sampah sementara. Jadi, pengangkutan sampah tetap berjalan normal. Tadinya, lahan itu fasilitas penunjang PSEL, nanti setelah penanganan kebakaran selesai akan dinormalkan kembali," ungkapnya.
Diketahui, kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi pada 30 Juni 2026 di mana, saat ini kebakaran telah teratasi dan tersisa 10 titik api.