2 Menteri Bakal ke Banten, Menag dan Mendes Dijadwalkan Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Nusantara 2026 di Kawasan Baduy
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menghindari stereotip terhadap masyarakat adat. Pendekatan yang humanis dinilai menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan KKN di kawasan Baduy.
Selain melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa juga didorong mempelajari nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pemahaman tersebut dinilai penting agar kegiatan pengabdian tidak hanya menghasilkan program pembangunan, tetapi juga memperkuat penghormatan terhadap warisan budaya bangsa.
KKN Nusantara 2026 mengusung tema ekoteologis dan kurikulum cinta. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghormati adat, budaya, dan kearifan lokal masyarakat.
"Fokus utama pengabdian dengan tema ekoteologis dan kurikulum cinta ini adalah kemampuan menghargai adat istiadat serta budaya setempat. Jika nanti menemukan benda-benda yang disakralkan oleh masyarakat, jangan sesuka hati menyentuh atau membukanya. Harap dihormati karena itu bagian dari pelestarian penduduk setempat," ujar Ishom.
Pemilihan kawasan Baduy juga mempertimbangkan faktor akses menuju lokasi. Selain dikenal sebagai kawasan yang masih menjaga tradisi leluhur, wilayah tersebut kini semakin mudah dijangkau.
Pemerintah Provinsi Banten bahkan telah menyiapkan layanan transportasi gratis menuju kawasan Baduy untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta selama pelaksanaan KKN Nusantara 2026.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat, KKN Nusantara 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar program pengabdian mahasiswa. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa, menjaga kelestarian budaya, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.