Polisi Tangkap WNA asal Amerika Usai Selundupkan Ganja Cair di Bandara Soetta
- Sherly/viva
VIVA Banten - BSM, warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat ditangkap Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) usai kedapatan membawa 2 kilogram ganja cair berbentuk THC dan 1 botol cairan mengandung gliserin.
Pelaku yang berperan sebagai 'koki' kedapatan membawa narkotika jenis ganja yang diubah dalam bentuk cair agar bisa dipakai konsumennya dengan vape.
"Kami dapati ada barang bukti di dalam tas berupa ganja cair seberat 2 kilogram dan 1 botol cairan mengandung gliserin," kata Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Wisnu Wardana, Kamis, 25 Juni 2026.
Kasus tersebut terungkap dari laporan Bea Cukai Soetta yang menangkap seorang penumpang Batik Air rute Thailand - Jakarta. Hasil pemeriksaan, penumpang membawa narkotika jenis ganja yang telah dicairkan.
Usai mendapat laporan tersebut, pihaknya pun lantas melakukan penelusuran kepada penerima dari barang tersebut yang ternyata berada di Bali.
"Petugas lantas menemukan alamat pengiriman berada di sebuah Villa di kawasan Badung, Bali yang didalamnya dijadikan industri rumahan produk vape ganja oleh seorang WNA asal Amerika Serikat," ujarnya.
Di dalam villa tersebut, petugas menemukan adanya kompor portable yang digunakan untuk 'memasak' ganja, gelas ukur, gliserin, dan juga narkoba jenis lain yakni MDMA atau Sabu dengan berat 1,2 gram, juga vape siap edar sebanyak 8 buah.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bandara Soetta AKP Michael Kharisma Tandayu mengungkapkan, dari keterangan yang diberikan, BSM sudah melakukan aksinya tersebut sejak Agustus 2023 lalu.
Pelaku memproduksi ganja cair di villa tersebut dan memasukkannya ke dalam botol belas shampo berbagai merek untuk menyamarkan aksinya.
"Ia juga memesan bahan baku ganja tersebut dari luar Thailand," jelasnya.
Sementara, untuk memasarkan produk buatannya, ia menggandeng WN Tunisia berinisial GNH. Ia berperan sebagai 'marketing' yang menawarkan produk buatan BSM melalui sosial media maupun komunitas-komunitas warga negara asing yang ada di Bali.
"Pengirimannya melalui sistem tempel atau mapping dan ojek online maupun kurir WN Tunisia juga berinisial AEP yang juga kami tangkap dan beberapa kali oleh warga lokal," katanya.