Bawaslu Banten Ajak Mahasiswa Hormati Hasil Pemilu dan Kawal Demokrasi Secara Konstruktif

Diskusi Bawaslu Banten
Sumber :
  • Viva Banten

VIVA BANTEN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten bersama Aliansi Mahasiswa Banten menggelar diskusi publik bertajuk Pemilu: Demokrasi Tidak Berakhir di TPS dengan subtema Menghormati dan Mengawal Hasil Pemilu sebagai Tanggung Jawab Bersama dalam Menjaga Demokrasi.

img_title Kabar Baik, Santri MA Al-Fathaniyah Kota Serang Lolos Kuliah, Ada yang Tembus Kedokteran dan Raih Beasiswa KIP

Kegiatan yang berlangsung di Serang itu menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan kalangan mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan demokrasi Indonesia pasca Pemilu 2024 serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif.

Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Badrul Munir, menegaskan demokrasi tidak berhenti ketika masyarakat menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

img_title Ketika Wakil Rakyat Kehilangan Perspektif Pendidikan

Menurutnya, demokrasi berlanjut melalui penghormatan terhadap hasil pemilu dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Hasil Pemilu 2024 merupakan produk demokrasi yang lahir dari proses panjang reformasi dan kedaulatan rakyat," katanya. 

img_title Champ Journey 2026, Peningkatan Keterampilan Digital Pemuda Bersama Chandra Asri

"Pemilu kita akui dan sepakati sebagai hasil demokrasi yang legitimate, oleh karena itu, menghormati hasil pemilu merupakan bagian dari penghormatan terhadap demokrasi itu sendiri," ujarnya. 

Setelah kontestasi selesai, bangsa ini memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang terpilih untuk menjalankan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.  

"Hal itu sebagaimana yang telah disampaikan dalam visi-misi dan program para kontestan ketika Pemilu berlangsung, yang karena visi-misi dan program tersebutlah mereka dipilih masyarakat," ujar Badrul.

Ia menambahkan, memberikan kesempatan kepada pemerintah menjalankan program kerja bukan berarti menutup ruang kritik. 

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara santun, berbasis data, berorientasi pada solusi, dan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan justru menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi.

"Demokrasi yang sehat tidak hanya ditandai oleh kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga oleh kedewasaan dalam menyampaikan kritik," ungkapnya.

"Mahasiswa, masyarakat sipil, dan seluruh elemen bangsa tetap memiliki peran penting untuk mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif dan partisipasi yang bertanggung jawab, serta mencegah terjadinya polarisasi di masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal BEM Nusantara Banten menyampaikan mahasiswa akan terus menjalankan fungsi intelektual dan kontrol sosial sebagai bagian dari pilar demokrasi. 

Halaman Selanjutnya
img_title