Periode Haji 2026, Garuda Indonesia Layani 102.502 Jemaah Calon Haji
- Sherly/viva
VIVA Banten - Maskapai Garuda Indonesia melakukan pengecekan kesiapan layanan haji 1447 H/2026. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan (safety), keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia.
"Kita bersama-sama sudah melihat persiapan untuk keberangkatan haji dan saudara-saudara sekalian juga sudah masuk ke dalam pesawat dan melihat persiapannya. Dalam layanan juga kami tingkatkan penguatan ramah lansia. Hal ini mengingat ada peningkatan proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan di Tangerang, Rabu, 15 April 2026.
Untuk mendukung operasional haji tahun ini, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar yang terdiri dari 8 pesawat milik Garuda Indonesia dan 7 pesawat sewa, mencakup 6 Boeing 777-300ER, 6 Airbus A330-300, dan 3 Airbus A330-900neo.
"Seluruh armada tersebut merupakan generasi pesawat dengan usia terbilang kompetitif yang dioptimalkan untuk penerbangan jarak jauh, serta dipastikan dalam kondisi prima melalui penerapan prosedur perawatan berlapis melalui program Aircraft Health Program, termasuk pemenuhan sertifikasi dari otoritas penerbangan Arab Saudi sebagai prasyarat utama operasional haji," ujarnya.
Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan sumber daya manusia dengan menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat yang terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, serta 139 petugas darat haji yang akan mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.
Maskapai berpelat merah ini juga akan melayani sedikitnya 102.502 jemaah haji yang terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi, yaitu Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
"Ada 102.502 jemaah yang akan kita layani, di mana kurang lebih ada 18 ribu jemaah lansia yang dilayani serta jemaah berkebutuhan khusus. Dan kita juga perdana dalam melayani keberangkatan jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta," ungkapnya.
Nantinya, pemberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, dengan fase keberangkatan menuju Madinah pada 21 April hingga 6 Mei 2026 dan menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Sementara itu, fase pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 30 Juni 2026. .