Pemkot Tangsel Komitmen Penanganan Banjir, Percepat Perbaikan Infrastruktur
- istimewa
VivaBanten – Sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir ini menyebabkan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat pada Minggu (5/4/2026), sedikitnya 21 lokasi banjir yang tersebar di wilayah Pamulang, Ciputat, Serpong, hingga Setu akibat luapan kali dan sistem drainase yang melampaui kapasitas.
Menanggapi situasi ini, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, memohon maaf yang mendalam kepada warga yang terdampak.
“Atas nama Bapak Wali Kota dan Pemkot Tangsel, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat. Kami sangat menyadari betapa berat beban yang dirasakan warga saat rumah dan akses jalannya terendam. Kejadian ini menjadi perhatian penuh kami, dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang sangat mengganggu produktivitas warga ini," ujar dia dalam keterangannya, ditulis Senin, 06 April 2026.
Terkait langkah yang sedang berjalan, seluruh jajaran Pemkot Tangsel telah dikerahkan ke titik-titik terdampak untuk melakukan evakuasi dan bantuan logistik.
Bpbd tangerang evakuasi korban banjir
- Sherly/viva
“Bapak Wali Kota telah menginstruksikan seluruh jajaran OPD teknis, terutama DSDABMBK dan BPBD, untuk bekerja tanpa henti di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan air segera surut dan logistik di posko-posko pengungsian tersalurkan dengan baik. Kami pastikan pemerintah tidak tinggal diam dan hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah ini," tegasnya.
Mengenai penyebab banjir yang melanda 21 titik tersebut, dia juga mengungkapkan evaluasi teknis langsung dilakukan untuk memetakan solusi permanen agar musibah serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami mengakui bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi membuat sistem drainase dan aliran sungai meluap melampaui batas normal. Oleh karena itu, kami sedang bekerja keras melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ke depan tidak hanya soal normalisasi drainase dan pengerukan tandon secara masif, tetapi juga percepatan pembangunan tanggul permanen di pemukiman yang berbatasan langsung dengan sungai agar warga tidak lagi merasa was-was setiap hujan turun," jelasnya.