UIN Banten Ngebut Siapkan Program RPL, IAIN Kendari Dibidik Jadi Studi Tiru
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten semakin serius menyiapkan pembukaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan studi tiru ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Ishom, didampingi Wakil Rektor II Ali Muhtarom.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar UIN Banten dalam mengembangkan program akademik yang mengakui pengalaman kerja dan pembelajaran nonformal. Program RPL dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Banyak calon mahasiswa memiliki pengalaman kerja panjang, namun terkendala waktu dan biaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara konvensional.
Rektor UIN Banten Prof. Ishom mengatakan, IAIN Kendari dipilih sebagai tujuan studi tiru karena dinilai sukses menyelenggarakan Program RPL secara konsisten selama dua tahun terakhir. Kampus tersebut dianggap memiliki pengalaman teknis yang memadai serta sistem tata kelola yang sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi.
“Kami ingin belajar langsung dari kampus yang telah lebih dulu menjalankan RPL. IAIN Kendari punya pengalaman konkret, mulai dari sistem perkuliahan, proses asesmen, hingga pengelolaan program,” ujar Prof. Ishom, Sabtu, 27 Desember 2025.
Menurutnya, studi tiru ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan Program RPL. UIN Banten ingin memahami secara detail mekanisme konversi pengalaman kerja menjadi satuan kredit semester (SKS), sistem penerimaan mahasiswa, serta model perkuliahan yang diterapkan.
Ia menegaskan, pemahaman yang komprehensif menjadi kunci agar Program RPL di UIN Banten dapat dirancang secara terstruktur dan terukur. Program tersebut juga harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku agar memiliki kualitas dan akuntabilitas yang kuat sejak awal.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika RPL dibuka, semua aspek sudah siap. Mulai dari regulasi, sumber daya dosen, hingga sistem asesmen,” katanya.
Prof. Ishom menilai, Program RPL memiliki dampak strategis bagi pengembangan UIN Banten. Selain memperluas akses pendidikan tinggi, program ini juga berpotensi meningkatkan jumlah mahasiswa secara signifikan.
“Sasaran RPL cukup luas. Mulai dari guru pesantren, penyuluh agama, amil atau modin, hingga pekerja profesional yang belum menyelesaikan pendidikan strata satu,” jelasnya.