Musyawarah Kubro di Lirboyo, Ulama Banten KH Matin Syarkowi Tegaskan Ini Seruan Islah, Bukan Agenda Tersembunyi
- Taufik Hidayat/Viva Banten
“Seruan Islah itu output-nya jelas. Output-nya adalah solusi dan kebaikan. Ketimbang mendahulukan dugaan-dugaan yang belum tentu benar,” ujarnya.
Ia juga menanggapi isu soal kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik kehadiran pimpinan PBNU dalam forum tersebut. Menurut KH Matin, dugaan semacam itu tidak perlu dibesar-besarkan karena kehadiran pimpinan organisasi dalam musyawarah merupakan hal yang lumrah.
“Kalaupun misalnya kehadiran ketua umum itu dianggap ada kepentingan, menurut saya tidak ada masalah. Kalau saya Rais Aam, saya juga akan hadir,” katanya.
KH Matin menegaskan bahwa sikap saling curiga justru berpotensi memperkeruh suasana. Ia mengajak semua pihak untuk kembali pada esensi musyawarah sebagai sarana mencari titik temu dan menjaga persatuan umat.
“Sekali lagi, ketimbang mendahulukan dugaan-dugaan. Itu kan dugaan namanya,” ucapnya.
Ia berharap hasil Musyawarah Kubro dapat diterima secara jernih dan menjadi pijakan bersama untuk meredakan ketegangan yang ada. KH Matin juga berharap para tokoh NU, termasuk Rais Aam PBNU, dapat mendengar dan mempertimbangkan suara yang muncul dari forum tersebut.