Tak Kenal Lelah, Malam Malam Wali Kota Serang Tinjau Titik Rawan Banjir di Tengah Intensitas Hujan Tinggi

Wali Kota Serang Budi Rustandi
Sumber :

VIVA BANTEN – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur Kota Serang pada Rabu 17 Desember 2025 malam. 

img_title Hujan Abu Gunung Anak Krakatau Sampai Kota Serang, Budi Rustandi Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi langsung turun ke lapangan untuk memantau sejumlah titik yang dinilai rawan banjir.

Tanpa kenal lelah, malam malam pasca hujan lebat Wali Kota Serang Budi Rustandi menyisir lokasi-lokasi vital yang kerap menjadi langganan genangan air. 

img_title El Nino Berpotensi Berlanjut hingga 2027, BPBD Kota Serang Waspadai Kekeringan Meluas

Fokus pemantauan meliputi area pasar tradisional, kawasan permukiman padat penduduk, hingga saluran drainase utama. 

Lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Rau, Kali Cilampang dan juga Terminal Cangkring. 

img_title Pasar Lama Kota Serang Bakal Jadi Kawasan Bisnis, Pasar Tradisional Dipindah ke Kepandean

Langkah cepat ini diambil untuk memastikan sistem pembuangan air berfungsi optimal dan meminimalisasi risiko banjir.

"Sekarang selalu hujan. Saya berkeliling mengecek daerah yang biasanya rawan banjir. Kita berupaya agar kejadian banjir seperti kemarin tidak terulang di Kota Serang," ujar Budi Rustandi, Kamis 18 Desember 2025. 

Dalam inspeksi tersebut, Budi menemukan beberapa kendala di lapangan yang berpotensi menghambat aliran air. 

Ia memberikan peringatan keras kepada para pedagang pasar agar tidak menempatkan barang dagangan di atas saluran air.

Selain itu, Budi menyoroti perilaku warga yang mendirikan bangunan di atas selokan atau got. 

Menurutnya, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga tata ruang lingkungan menjadi salah satu penyebab utama air meluap ke jalanan.

"Kalau saluran mampet karena sampah atau bangunan, air pasti tumpah. Masih ada warga yang membangun rumah di atas got. Kesadaran ini yang masih kurang," tegasnya.

Budi meminta masyarakat untuk lebih waspada dan kooperatif menjaga kebersihan lingkungan. 

Ia menegaskan bahwa ketegasannya dalam menertibkan saluran air semata-mata bentuk kepedulian agar warganya terhindar dari bencana.

"Saya tegas menertibkan ini karena saya sayang warga Kota Serang. Jangan sampai merugikan banyak orang, ketika sudah banjir baru menyesal," pungkas Budi.