Ulama Penggerak, Ini Rekam Jejak KH Ahmad Aminudin Ibrahim di Balik Sejarah Lahirnya Provinsi Banten

Provinsi Banten
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

Di tengah dinamika itulah peran KH Ahmad Aminudin Ibrahim menjadi sangat menentukan. Pada 5 Februari 1999, Presiden Habibie melakukan kunjungan ke Banten dan singgah di Pondok Pesantren Darul Iman, Kadu Pandak, Banjar, Pandeglang. Pesantren tersebut diasuh oleh KH Ahmad Aminudin Ibrahim, ulama kharismatik yang memiliki pengaruh luas di masyarakat.

img_title Kasus Pasien BPJS Ditolak RSUD Labuan, DPRD Banten Pastikan Bakal Panggil Pihak Rumah Sakit

Dalam pertemuan itu, KH Aminudin Ibrahim secara langsung menyampaikan usulan agar wilayah eks Keresidenan Banten ditingkatkan statusnya menjadi provinsi. Usulan disampaikan dengan terbuka dan lugas di hadapan Presiden. Habibie merespons positif. Ia menyatakan tidak keberatan, namun menegaskan bahwa pembentukan provinsi harus melalui mekanisme konstitusional.

Pernyataan tersebut menjadi titik penting perjuangan Banten. Setelah itu, proses politik bergulir di tingkat nasional hingga akhirnya Provinsi Banten resmi terbentuk pada tahun 2000.

img_title Gerakan Budaya di Serang Utara, Melalui Diskusi dan Aksi, Bangkitkan Kembali Jejak Peradaban Sungai Ciujung Lama

 

KH Aminudin Ibrahim

Photo :
  • Dok. Pondok Pesantren Darul Iman, Kadu Pandak, Pandeglang

img_title Polsek Cikande Tangkap Pengamen yang Jual Sepeda Motor Curian

Menjelang peringatan Haul ke-10 Muassis atau Pendiri Pondok Pesantren Darul Iman Kadu Pandak, KH Ahmad Aminudin Ibrahim pada Minggu, 14 Desember 2025 besok, masyarakat Banten kembali mengenang jasanya. KH Aminudin bukan hanya pendidik pesantren, tetapi juga bagian dari mata rantai sejarah lahirnya Provinsi Banten.

Perjalanan ini menunjukkan bahwa konsistensi perjuangan masyarakat, tokoh pemuda, dan ulama menjadi kunci utama. Peran KH Ahmad Aminudin Ibrahim menegaskan bahwa suara pesantren memiliki kontribusi nyata dalam menentukan arah sejarah dan masa depan Banten.