Hadapi Lonjakan Penumpang di Bandara Soetta, Imigrasi Tambah Fasilitas Khusus Periode Nataru

Fasilitas autogate di Bandara Soetta
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Memasuki periode libur natal dan tahun baru, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melakukan penambahan fasilitas dalam perlintasan internasional, guna mengantisipasi antrean.

img_title Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau : Bandara Soetta Tutup, Polisi Cek Kesehatan Penumpang

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk memastikan layanan imigrasi berjalan optimal selama masa libur panjang.

"Sejumlah sarana dan prasarana telah kami siapkan, dan ada beberapa fasilitas yang ditambah yakni, koridor gate yang sedang dalam tahap uji coba, segway Autopad untuk kebutuhan fast response petugas, dan bodycam untuk memastikan kualitas dan keamanan pemeriksaan penumpang," katanya, Jumat, 12 Desember 2025.

img_title Operasional Terganggu Abu Vulkanik Anak Krakatau, 301 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak

Ia juga memastikan, layanan paspor dan izin tinggal tetap beroperasi khusus untuk kondisi darurat. Dua booth disiapkan untuk melayani permohonan paspor mendesak, seperti pasien yang harus dirujuk ke luar negeri.

"Pelayanan tetap berjalan meski di hari Natal dan Tahun Baru, khusus untuk kebutuhan yang sifatnya emergency," ujarnya.

img_title Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Operasional Bandara Soekarno-Hatta Tutup Hingga 13.30

Kemudian, peningkatan pengawasan pun dilakukan dengan redesain alur pelayanan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) untuk mengurai potensi bottleneck.

Hal ini dilakukan berdasarkan evaluasi penerapan aplikasi All Indonesia yang mulai banyak digunakan pelaku perjalanan.

"Kami melihat beberapa titik terjadi kepadatan. Karena itu kami melakukan penguraian serta re-desain agar lebih mengalir dan seamless. Harapannya saat volume penumpang meningkat, alur pelayanan tetap lancar,"

"Lalu, peningkatan pengawasan juga, orang asing yang tidak diinginkan tetap menjadi subjek penindakan. Untuk memastikan sistem berjalan lancar, kami memiliki fast response karena telah bertransformasi dari analog ke digital," ungkapnya.