Kapolri Harus Bertindak, Mafia Tanah Berlindung di Balik Proyek MBG

Polemik MBG
Sumber :

VIVA BANTEN – Dugaan praktik mafia tanah dengan modus baru terungkap di Desa Tangkil, Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor

img_title Sekolah di Tangerang Terapkan PJJ Akibat Sebaran Abu Vulkanik, Distribusi MBG Dialihkan ke Pondok Pesantren

Sekelompok orang diduga menguasai lahan seluas 2,6 hektare secara ilegal dengan berlindung di balik proyek nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para oknum tersebut menyulap lahan sengketa itu menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG.

img_title Perwakilan Masyarakat Makimi Minta DPR-DPD Kawal Penertiban Kawasan Hutan

Kuasa hukum pemilik lahan, Muhammad Imron, menduga kuat aksi penyerobotan ini melibatkan orang kuat. 

Ia menyebut adanya indikasi keterlibatan oknum Perwira Tinggi (Pati) Polri dan anggota Komisi III DPR RI di balik yayasan yang mengelola tempat tersebut.

img_title Notaris Lily Masita Tomasoa Ditahan di Ternate, IPW Desak Kapolri Alihkan Menjadi Tahanan Kota

"Papan nama di lokasi tertulis Yayasan CEO Global Indonesia, tapi tidak terdaftar di AHU. Yang terdaftar justru Yayasan Global CEO Indonesia pimpinan Trisya," ungkap Imron dalam keterangan tertulis, Sabtu 29 November 2025. 

Imron menjelaskan, pengelola lapangan diketahui bernama Fernando Iskandar alias Joseph. 

Sosok ini bersama Trisya diduga mendirikan sejumlah yayasan serupa yang berfokus pada program MBG.

Imron menegaskan lahan tersebut adalah milik sah kliennya, Jin Hwan Cho, berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Cibinong Nomor 31 Pdt.G/2013/PA.Cbn. 

Jin Hwan Cho merupakan pemegang hak tunggal atas aset warisan almarhumah Rita Kesuma.

Konflik bermula pada Februari 2024. Fernando Iskandar menyewa lahan tersebut melalui PT Alpaca Bahagia Riverside. 

Awalnya lancar, namun sejak September 2024, penyewa berhenti membayar sewa.

Sesuai perjanjian, penyewa seharusnya angkat kaki. Namun, mereka justru bertahan dan menantang pemilik lahan.

"Analogi sederhananya, ada orang mengontrak rumah, tidak mau bayar sewa, tapi saat diusir malah menuduh pemilik rumah tidak berhak. Ini konyol," tegas Imron.

Pihak penyewa bahkan melaporkan balik Jin Hwan Cho ke kepolisian dengan tuduhan penipuan.

Teror Tembakan hingga Atribut Partai

Intimidasi terhadap pemilik lahan kian menjadi. Rumah Jin Hwan Cho sempat ditembak orang tak dikenal hingga kaca jendela pecah. Ketakutan, Jin Hwan Cho kini terpaksa mengungsi.

Imron juga mengungkap fakta mengejutkan lain di lokasi sengketa. Selain dapur MBG, di lahan tersebut kini berdiri sekretariat salah satu partai politik besar dan kantor ormas.

Halaman Selanjutnya
img_title