Tegas, Gerindra Kota Serang Blak-blakan Tolak Budi Arie Masuk Partai Besutan Prabowo, Alasannya Menohok
VIVA BANTEN -Gelombang penolakan terhadap wacana bergabungnya Budi Arie ke Partai Gerindra mulai bermunculan di daerah.
Suara keras datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga tingkat ranting Partai Gerindra Kota Serang.
Politisi Gerindra sekaligus anggota DPRD Kota Serang, Edi Santoso, menegaskan sikap partainya.
Ia menyatakan bahwa seluruh pengurus di tingkat kota telah menggelar rapat dan sepakat menutup pintu untuk Budi Arie.
Edi mengungkapkan alasan mendasar di balik penolakan tersebut.
Menurutnya, Partai Gerindra membutuhkan figur kader yang memiliki rekam jejak lurus dan konsisten.
"Kita Partai Gerindra kan harus yang lurus-lurus. Enggak boleh mencla-mencle," tegas Edi saat memberikan keterangan, Senin 24 November 2025.
Aspirasi ini muncul murni dari kader arus bawah. Edi menyebut banyak pengurus ranting yang merasa tidak nyaman dengan sosok Budi Arie.
Penilaian tersebut didasari oleh jejak digital dan pemberitaan nasional yang beredar luas.
Di era informasi yang serba cepat ini, kader di daerah memantau rekam jejak tokoh publik melalui media daring.
"Intinya banyak kader yang enggak suka. Kita catat masukan itu. Alasannya beragam, ada yang rasional dan emosional karena melihat sosoknya dianggap kontroversial," jelas Edi.
Hingga saat ini, Edi memastikan belum ada manuver atau pendekatan langsung dari kubu Budi Arie ke pengurus Gerindra di Serang.
Meski demikian, Edi menyadari bahwa keputusan menerima kader eksternal non-militer sepenuhnya merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Namun, sebagai wakil di daerah, pihaknya berkewajiban menyampaikan apa yang dirasakan oleh kader di lapangan.