Jika Arnovi Kalah di Kadin Tangsel, Pengamat; Walikota 'Boneka' Gerindra Lemah Tak Bergigi

Direktur Eksekutif KPN Miftahul Adib
Sumber :
  • @adib_miftahul

VIVA BANTEN - Geliat perebutan kursi Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata tak ubahnya 'medan perang' bagi Partai Gerindra

img_title Biro SDM Polda Jawa Barat Raih Juara 2 Nasional Inovasi Ketahanan Pangan

Bahkan, pertarungan ini dianggap sebagai ujian hidup-mati bagi pengaruh partai besutan Prabowo Subianto di kota satelit tersebut.

Hal itu karena, kader partai Gerindra yang juga mantan Anggota DPRD Tangsel, Abdul Rahman atau Arnovi menjadi salah satu kandidat calon Ketua Kadin Tangsel.

img_title Rumah Dedi Santosa Kini Layak Huni, Usai di Bedah Polresta Serang Kota

Pencalonan Arnovi, didukung penuh oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Tangsel) Yudi Budi Wibowo yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan kontribusi partai Gerindra di luar ranah politik.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, tanpa tedeng aling-aling menyebut Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Tangsel ini sebagai cermin wajah Gerindra yang sebenarnya.

img_title Warga Terima Sertifikat Tanah Langsung di Rumah, Target PTSL Kota Serang Tembus 512 Bidang

“Ini menarik. Kenapa? Karena Arnovi itu Jelas-jelas Kader Gerindra, mantan anggota dewan pula. Jadi, kalau dia sampai tumbang di Kadin, ini bukan sekadar kalah organisasi, ini tamparan keras buat Gerindra," cetus Adib, Minggu (23/11/2025).

Menurut Adib, secara logika politik, Arnovi seharusnya bisa melenggang kangkung tanpa hambatan. Kenapa? Karena starting point kekuasaan sudah di tangan Gerindra.

“Gubernur Banten dari Gerindra, Wali Kota Tangsel-nya juga kader Gerindra. Artinya, jalur kekuasaan dari level provinsi sampai kota itu sudah membela dia! Kalau sampai kader sendiri gagal jadi Ketua Kadin, lantas apa artinya kekuasaan itu? Itu namanya kekuasaan ompong," katanya.

Adib bahkan memberikan warning keras. Kekalahan Arnovi, kata dia, akan menjadi indikator paling telanjang bagi publik untuk menilai: Gerindra tak punya pengaruh riil di Tangsel.

“Suka tidak suka, ini sudah jadi pertarungan politik harga diri. Jika Arnovi kalah, publik bakal berkesimpulan: Wali Kotanya memang dari Gerindra, tapi ternyata cuma ‘pajangan’. Secara kekuasaan, partai itu tidak punya gigi! Bahkan bisa dibilang, meski Wali Kota-nya Gerindra, partai ini lemah," pungkasnya.