Sejalan Program Presiden Prabowo, PBNU dan Pemkot Serang Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi
VIVA BANTEN – PBNU dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menjajaki kerja sama pembangunan zona ekonomi sirkular berbasis green economy.
Kolaborasi ini selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo yang mendorong pengolahan sampah menjadi energi dan produk bermanfaat.
Sekretaris Lakpesdam PBNU sekaligus Ketua Bapenas PBNU, Doktor Ufi Ulfiyah, menjelaskan bahwa Kota Serang dipilih karena telah menyiapkan kawasan agrikultur seluas sekitar 400 hektare.
Dari total itu, 376 hektare siap dikembangkan menjadi Economic Circular Zone.
“Tujuan kita ke Kota Serang adalah menjajaki kerja sama antara PBNU dan Pemerintah Kota Serang untuk membangun green economy circular,” ujar Ufi saat kunjungan.
Zona ekonomi sirkular yang dirancang PBNU akan mengintegrasikan pengolahan sampah pertanian dan limbah peternakan ayam menjadi pupuk organik.
Teknologi tersebut dikembangkan bersama para ahli dari Taiwan, termasuk Mr. Levin yang hadir dalam pertemuan.
“Material pupuk yang kita butuhkan berasal dari sampah pertanian seperti jerami dan dari peternakan ayam. Itu diolah dengan teknologi tertentu,” jelas Ufi.
Ia menegaskan bahwa konsep ekonomi sirkular ini sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo yang ingin memaksimalkan sampah sebagai sumber energi dan nilai ekonomi.
Menurut Ufi, teknologi yang dibutuhkan sudah tersedia dan dapat dioperasikan.
“Secara teknologi semua possible. Yang dibutuhkan hanya komitmen,” tegasnya.
PBNU menargetkan kesepakatan kerja sama dengan Pemkot Serang dapat diselesaikan pada Januari 2026.
Tahap selanjutnya akan membahas detail teknis, skema manfaat, dan dampak langsung bagi masyarakat khususnya petani yang berada di wilayah agrikultur.
“Secara prinsip sudah disetujui. Tinggal dibicarakan bagaimana kerja sama ini memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Serang,” ujarnya.
Kawasan ekonomi ini bukan kota mandiri, melainkan kawasan terpadu yang mencakup peternakan ayam, lahan pertanian, dan pabrik pupuk organik.
Seluruh operasional di zona tersebut akan memberdayakan tenaga kerja lokal
“Semua akan menggunakan tenaga lokal karena prinsip kami adalah transfer knowledge,” ungkap Ufi.
Ia menambahkan bahwa Kota Serang relevan sebagai lokasi karena telah menjadi perhatian pemerintah pusat dan memiliki kawasan agrikultur yang jelas peruntukannya.