DEA CELL, Konter Sederhana di Bogor Bermodal Rp700 Ribu, Kini Jadi Teladan UMKM Digital Bersama IM3
VIVA BANTEN –Di sebuah deretan ruko di kawasan Cileungsi, Bogor, sebuah konter bercat kuning mencolok berdiri dengan nama sederhana Dea Cell.
Tidak ada yang menyangka bahwa konter yang kini ramai pelanggan ini lahir dari sebuah keputusan nekat seorang mantan kuli harian.
Lelaki itu bernama Erik Febriansyah, sosok yang memulai semuanya pada 27 Oktober 2016, dengan modal sekecil harapan tetapi sebesar tekad untuk mengubah hidup.
Sebelum membuka konter, Erik menjalani hari sebagai kuli kasar. Upahnya hanya Rp30.000 sampai Rp40.000 per hari, habis untuk kebutuhan di hari yang sama. Tidak ada ruang untuk menabung.
“Kadang suka mikir, besok bisa dapat lagi apa nggak,” ujarnya saat dihubungi Viva Banten, Jumat 21 November 2025.
Dalam situasi itu, ia mempertaruhkan nasibnya pada sebuah langkah yang menurutnya hanya iseng-iseng mencoba, namun ternyata menjadi pintu rezeki yang pelan-pelan terbuka.
Dengan modal Rp700.000, Erik lalu membeli saldo multi dan sedikit aksesori. Semuanya ia putarkan sambil berharap konternya bisa bertahan.
Ia masih ingat betul satu pengalaman yang tidak pernah hilang dari kepalanya.
“Dulu belanja saldo multi Rp150.000. Saya jualan dari jam 7 pagi, nekat tutup sampai subuh. Saldo cuma laku Rp25.000, sisanya Rp125.000,” kenangnya.
Hari itu ia pulang dengan wajah letih, tetapi tekad yang makin kuat.
“Saya nggak menyerah. Coba lagi, coba lagi. Semangat, jujur… alhamdulillah lancar. Berkat doa anak dan istri," katanya.
Bagi Erik, tantangan terbesarnya justru datang dari konsumen. Ada pelanggan yang loyal, ada pula yang bandel mulai dari yang minta dikirimi pulsa dulu sampai yang selalu menunda pembayaran.
Ada yang cerewet, ada yang sekadar ingin ngobrol. Tapi Erik tidak menutup pintu bagi siapa pun.
“Kita harus bisa menyesuaikan. Mana yang bisa dikasih, mana yang nggak,” ujarnya.
Perlahan, Dea Cell menjadi lebih dari sekadar tempat isi pulsa. Ia menjadi titik kumpul, tempat tanya apa saja soal hp dan kuota, tempat warga merasa nyaman.
Lingkungan sekolah dasar yang berada dekat konternya malah membuat Erik semakin akrab dengan anak-anak.