Berstatus Kota Industri di Banten, Warganya Pilih Jadi TKI Keluar Negeri
- Pixabay/Pexels
VivaBanten – Berstatus sebagai Kota Industri di Banten, namun warganya masih banyak yang memilih bekerja keluar negeri untuk mencari penghidupan yang layak dan mencari pekerjaan.
Selain itu, penyandang status salah satu Kota Terkaya di Banten, warganya masih kesulitan mencari pekerjaan, meski ada puluhan industri besar di wilayahnya.
Tercatat, sejak Januari hingga 07 November 2025, ada 101 masyarakat Kota Industri memilih jadi pekerja migran untuk mendapatkan pekerjaan.
Mereka memilih pekerjaan sebagai pengasuh orang tua, asisten rumah tangga (ART), pengasuh bayi, maupun pengasuh lanjut usia (lansia).
"Mayoritas terbanyak negara yang dituju para pekerja buruh migran Taiwan 7 orang, Turki 7 orang, Hongkong 6, Korea Selatan 6, Brunei Darussalam 6, Jepang 5, Arab Saudi 4, Uni Emirat Arab 3, Malaysia 3 dan Singapura 2. Kebanyakan jadi ART, seperti pengurus bayi dan juga lansia," ucap Kepala Disnaker Kota Cilegon, Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca Nugrahestianto Widodo, ditulis Rabu, 19 November 2025.
Pelatihan Fotografi Bersama Robinsar-Fajar.
- Istimewa
Tingginya animo masyarakat Kota Cilegon yang kerap disebut Kota Industri dan salah satu Kota Terkaya di Banten untuk menjadi pekerja migran, karena sulitnya mendapat pekerjaan di kampung halaman serta upah yang lebih besar di luar negeri.
Guna memfasilitasi masyarakat Cilegon bekerja diluar negeri, pemerintah kerap memberikan pelatihan bahasa asing, salah satunya Bahasa Jepang.
“Jadi kami bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk memfasilitasi warga Cilegon agar bisa mahir berbahasa asing,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu calon pekerja migran Indonesia, Cocay Hero Saputra mengaku, sangat berharap bisa bekerja di luar negeri, karena gaji yang diberikan cukup tinggi. Tak hanya itu, peluang kerja di luar negeri pun cukup besar jika dibandingkan di wilayah sendiri.
“Sudah banyak kirim-kirim lamaran di perusahaan. Tapi enggak ada yang diterima. Mungkin karena sulit nyari kerja akhirnya saya mencoba peruntukan mau bekerja disana,” jelasnya.