ISNU Kota Serang, Orientasi 2: Kader Muda NU Siap Jadi Motor Perubahan
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Serang kembali menunjukkan kesungguhannya dalam mencetak kader muda yang berdaya, berilmu, dan berkhidmat untuk umat. Melalui Orientasi 2 ISNU Kota Serang bertema “Bergerak Seirama, Berdaya Bersama: Optimalisasi Program Kerja Sebuah Karya dan Khidmat yang Nyata”, organisasi ini mendorong kader muda NU untuk konsisten dan aktif dalam gerakan ke-NU-an.
Acara yang berlangsung di Kantor PCNU Kota Serang, Lingkungan Kahuripan, Karundang, Cipocok Jaya, pada Jumat, 31 Oktober 2025 itu, dihadiri jajaran pengurus PCNU, Fatayat NU, tokoh masyarakat, dan ratusan kader muda ISNU.
Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Gerakan NU
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara ISNU dan PCNU. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah ISNU yang terus aktif memperkuat kolaborasi di setiap lini.
“Kami bersyukur ISNU terus bergerak bersama PCNU. Walau dukungan kami lebih banyak secara moral, perjuangan ini tetap satu wajah. Semoga sinergitas ini langgeng sampai akhir zaman,” ujarnya.
KH Saifun menilai, ISNU memiliki potensi besar untuk melahirkan terobosan dan ide-ide baru demi kemajuan NU. Ia menyebut para cendekiawan muda ISNU sebagai kekuatan penting dalam mengembangkan inovasi yang berdampak luas bagi umat.
“Semangat para doktor dan intelektual ISNU luar biasa. Kami berharap gagasan besar itu bisa menjadi karya nyata,” tambahnya.
Kaderisasi: Momentum Menyatu dan Melangkah Bersama
Ketua ISNU Kota Serang, Asep Najmutsakib, menegaskan bahwa orientasi ini bukan sekadar agenda pengenalan organisasi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah momentum penting untuk memperkuat semangat istiqamah dan militansi kader muda NU.
“Orientasi ini adalah ruang bagi kader muda untuk meneguhkan niat berkhidmat. Jangan biarkan semangat kita kalah dengan para kiai,” katanya.
Asep menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah pengurus baru. ISNU ingin memastikan seluruh pengurus memiliki visi yang sama dan tidak terjebak pada rutinitas lama.
“Kita ingin pengurus punya arah yang jelas. Program kerja tak boleh sekadar diulang, tapi harus inovatif dan berdampak,” ujarnya.