Penyerapan Tenaga Kerja di Cilegon Menurun 40 Persen
- Pixabay/Pexels
VivaBanten – Penyerapan tenaga kerja di Kota Cilegon, Banten, mengalami penurunan sekitar 40 persen, dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, sejak Januari hingga September 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap ke dunia industri ada 1.114 orang.
Sedangkan pada Januari - September 2024, jumlah tenaga kerja yang diserap industri berjumlah sekitar 2 ribu jiwa. Jumlah ini mengalami trend penurunan hingga 40 persen dibandingkan September 2024.
Penyebab turunnya serapan tenaga kerja ke dunia industri, karena masih rendahnya pelaporan dari perusahaan dalam penempatan kerja.
"Berdasarkan data laporan penempatan kerja dari perusahaan atau industri pada 2024 ada sebanyak 2.376 orang. Sedangkan, di Januari - September 2025, serapan tenaga kerja baru mencapai 1.114 orang," ujar Kepala Seksi Penempatan Kerja Dalam Negeri Disnaker Cilegon Wawan Gunawan, ditulis Rabu, 29 Oktober 2025.
Ilustrasi Kawasan Industri
- pixabay
Dari 1.114 tenaga kerja yang diserap industri, didominasi lulusan SMA/SMK sederajat berjumlah sekitar 900 jiwa.
Menurunnya serapan tenaga kerja lokal di Kota Cilegon, Banten, juga disebabkan investasi yang masuk ke Kota Baja merupakan padat modal, bukan padat karya, sehingga kesempatan bekerja sangat terbatas.
"Mayoritas penyerapan tenaga kerja perusahaan dibidang pengelolan industri. Banyak industri dan perusahaan tersebut menggunakan teknologi yang cukup hebat," terangnya.
Industri di Kota Cilegon mengandalkan tekhnologi maju, sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk masuk ke dunia kerja.
Disnaker Cilegon berharap dunia industri tetap mengutamakan tenaga kerja lokal untuk bekerja di perusahaannya, sehingga mengurangi pengangguran serta meningkatkan perekonomian daerah.
Pemerintah Kota Cilegon
- Dokumentasi
"Masyarakat jangan hanya mengharapkan menjadi karyawan di industri, tapi harus dapat mencari peluang diluar industri, salah satunya mengikuti pelatihan yang dapat meningkatkan skill tertentu, yang dapat digunakan untuk berwirausaha atau menciptakan peluang usaha," jelasnya.