Dies Natalis ke 63 UIN Banten, Prof Ishom: Targetkan 50 Guru Besar untuk Wujudkan Kampus Bereputasi Global
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menargetkan lompatan besar dalam dunia akademik. Rektor UIN SMH Banten, Prof Dr KH Muhammad Ishom, mencanangkan lahirnya 50 guru besar selama masa kepemimpinannya.
Target ambisius ini disampaikan Prof Ishom dalam Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke 63 UIN SMH Banten yang digelar di Auditorium Kampus, Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Curug, Kota Serang, Senin, 27 Oktober 2025.
“Kami menargetkan selama kepemimpinan kami dapat melahirkan 50 guru besar. Ini adalah tuntutan jika UIN SMH Banten ingin tetap unggul,” tegas Prof Ishom di hadapan Sekjen Kementerian Agama RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, MA, dan ribuan peserta yang hadir.
Menurut Prof Ishom, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan strategi besar untuk memperkuat reputasi UIN SMH Banten di kancah nasional dan internasional.
Ia menilai peningkatan jumlah guru besar merupakan pondasi penting bagi pengembangan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi kampus.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada pendahulunya, Prof Wawan Wahyudin, atas capaian akreditasi unggul yang berhasil diraih UIN SMH Banten.
"Kami sebagai penerus harus menjaga dan meningkatkan capaian itu,” ujarnya.
Tahun ini, Dies Natalis ke-63 UIN SMH Banten mengusung tema “Memadukan Tradisi dan Inovasi Menuju UIN Banten Berdaya Saing Global.” Dalam pidatonya, Prof Ishom menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai tradisi dan semangat inovasi di era modern.
“Tradisi sering dianggap ketinggalan zaman, padahal di dalamnya tersimpan sumber pengetahuan yang berharga. Tradisi harus menjadi pijakan dalam membangun inovasi,” kata Prof Ishom.
Selain kegiatan akademik, peringatan Dies Natalis juga diisi dengan ziarah maqbaroh ke makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan para tokoh kampus terdahulu. Prof Ishom menyebut, Sultan Maulana Hasanuddin adalah figur penting dalam sejarah Banten yang berperan besar dalam dakwah, ekonomi, dan peradaban.
“Semangat beliau dalam membangun peradaban harus menjadi inspirasi bagi kita semua. UIN Banten harus mampu berdaya saing di tingkat global,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah UIN Banten yang terus bertransformasi menuju kampus unggul dan bereputasi. Ia menilai, kehadiran akademisi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.