Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Biwali Nilai MBG Sukses Dorong Ekonomi, Desak Negara Lindungi Pesantren
- Taufik Hidayat/Viva Banten
VIVA BANTEN – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka segera menapaki usia satu tahun. Sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, pasangan ini membawa visi besar Asta Cita yang menekankan pada kesejahteraan rakyat, kemandirian ekonomi, dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bintang Sembilan Wali (Biwali), Cecep Ibnu Mas’ad, menilai sejumlah program unggulan Prabowo-Gibran sudah mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program MBG ini sudah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan. Meski ada kendala seperti kasus keracunan, secara umum pelaksanaannya terus membaik,” ujar pria yang akrab disapa Bung Chemod, Senin, 20 Oktober 2025.
Selain MBG, ia juga menyoroti kemajuan program Koperasi Desa Merah Putih yang kini aktif di banyak kabupaten dan kota. Menurutnya, program ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan membuka lapangan kerja baru.
“Gerakan koperasi sudah mulai hidup kembali. Warga desa kini lebih aktif mengembangkan usaha lokal. Ini langkah positif untuk ekonomi rakyat,” katanya.
Reshuffle Kabinet Jadi Tanda Evaluasi
Dalam satu tahun terakhir, pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat telah tiga kali melakukan reshuffle kabinet. Menurut Chemod, langkah itu merupakan bagian dari proses evaluasi dan penyegaran untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
“Soal pergantian menteri itu hak prerogatif presiden yang dijamin UUD 1945 Pasal 17. Jadi tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.
Ia menilai, reshuffle bukan karena kinerja menteri yang buruk, melainkan bentuk penyesuaian agar seluruh kementerian tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Presiden pasti melakukan evaluasi mendalam. Kalau ada yang tidak sejalan dengan visi Asta Cita, tentu akan diganti demi efektivitas pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Chemod, perombakan kabinet juga menjadi sinyal agar para menteri terus bekerja maksimal.
“Reshuffle itu penting untuk menjaga ritme kerja kabinet. Para menteri harus menunjukkan loyalitas dan semangat dalam menjalankan visi Presiden dan Wakil Presiden,” tambahnya.
MBG Dorong Ekonomi Rakyat
Meski menuai kritik karena dianggap tidak langsung menyentuh sekolah, program MBG menurut Chemod justru memberikan dampak ekonomi luas. Ia menilai MBG bukan sekadar pembagian makan siang gratis, tetapi sarana pemberdayaan ekonomi rakyat.