Terkendala Biaya, Pemkab Serang Belum Relokasi Warga Terpapar Radioaktif Cesium 137

Pasien Cesium 137 dan Obat yang di Konsumsinya.
Sumber :
  • Yandi/BantenViva

VivaBanten – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang batal merelokasi warga yang berdampingan dengan radioaktif Cesium 137 hari ini, Senin, 20 Oktober 2025. Saat ini, mereka masih beraktifitas di area zona merah.

img_title Pembobol Empat Rumah Dalam Semalam Ditangkap Satreskrim Polresta Serkot

Alasan Pemkab Serang yang dipimpin oleh Ratu Zakiyah belum merelokasi warganya, karena terbentur biaya dan birokrasi.

"Jadi memang hari ini belum melakukan relokasi, karena kemarin kita ada beberapa yang perlu di koordinasikan," ujar Kepala Dinsos Kabupaten Serang, Yadi Priyadi Rochdian, di lokasi, Senin, 20 Oktober 2025.

img_title Diundang Bahas Dana Hibah Rp2,6 Miliar, Parpol Kabupaten Serang Kompak Absen, FMSR: Alergi Kritik?

Saat ini, Pemkab Serang masih berhitung berapa dana yang akan di kucurkan, alasannya, harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang di relokasi.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah

Photo :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

img_title Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah Diam Saat Ditanya Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Serang ke Ciruas

"Kita juga harus tepat berapa yang harus di relokasi, jadi secara tepatnya kita apa saja yang harus dilakukan selain relokasi, kita juga harus berhitung hidupnya dan lain-lain," jelasnya.

Saat ini, tim gabungan dari BRIN, Bapeten, Brimob, TNI hingga Kementrian Lingkungan Hidup (LH) belum bisa melakukan dekontaminasi maupun mengangkat material yang terpapar Cesium 137, karena warga belum di relokasi oleh Pemkab Serang.

Pemkab Serang menargetkan relokasi warga terdampak Cesium 137 bisa dilakukan pelaku ini, sembari menunggu turunnya Dana Tidak Terduga (DTT) yang disetujui oleh Bupati Serang, Ratu Zakiyah. 

Evakuasi Material yang Terpapar Cesium 137.

Photo :
  • Yandi/BantenViva

"Jadi masalah pendanaan memang kita melakukan dengan Dana Tidak Terduga,, mudah-mudahan di minggu ini bisa dilakukan, karena memang ini urgent," terangnya.