Gubernur Banten Andra Soni Aktifkan Kembali Guru SMAN 1 Cimarga yang Hukum Muridnya Merokok
- Yandi/BantenViva
VivaBanten – Gubernur Banten, Andra Soni, mengaktifkan kembali Dini Pitria, guru di SMAN 1 Cimarga ke jabatannya sebagai kepala sekolah (kepsek). Pencabutan penonaktifan dilakukan usai perdamaian terjadi dengan murid yang merokok dilingkungan sekolah.
Guru Dini Pitria dan muridnya, Indra, yang merokok di lingkungan sudah saling bermaafan di ruang kerja Gubernur Banten, Andra Soni, yang tidak dihadiri oleh orang tua murid.
Seluruh kewenangan, hak dan kewajibannya telah dipulihkan, serta pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten juga dihentikan.
"Sifatnya bukan pemberhentian ini hanya penonaktifan, ini tidak boleh lama-lama dan harus kita pulihkan kembali, harus didukung oleh semua guru dan semua murid. Hak nya enggak ada yang berkurang," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, Rabu, 15 Oktober 20225.
Andra mengatakan bahwa guru sudah sewajarnya menegur murid yang melakukan kesalahan. Namun dalam prosesnya, diakui Gubernur Banten, ada kesalahan, yakni tindakan kekerasan fisik.
Kekerasan yang dilakukan Dini Pitria selaku guru dan Kepsek SMAN 1 Cimarga bukan untuk menyakiti, melainkan sebagai bentuk pendidikan dan pendisiplinan.
Suasana Kelas SMAN 1 Cimarga.
- SMAN 1 Cimarga
Saat murid dan guru saling memaafkan, orangtua tua dari Indra tidak ikut menemani anaknya datang ke kantor Gubernur Banten.
"Tadi saya mengundang orangtua (Indra) juga, cuma ada kesibukan lain, salam hormat buat orangtua," jelasnya.
Ketua Gerindra Banten itu menjelaskan bahwa, sebenarnya masalah antara Dini Pitria dengan Indra sudah selesai saat itu juga. Namun ada hal yang membuat gaduh di sekolah.
Penyebab kegaduhan itu tidak ingin dia ungkap dan bahas kembali, karena antara murid dan guru minu sudah saling memaafkan.
"Jadi setelah Jumat itu udah saling ngobrol (guru dan murid), ada kejadian yang enggak perlu kita diskusikan disini. Jadi pada hari Jumat itu udah saling menyampaikan permohonan maafnya," terangnya.