KH Matin Syarkowi Kecam Tayangan Trans7 Disebut Hina Pesantren dan Ulama, Desak Minta Maaf Terbuka ke Umat

KH Matin Syarkowi
Sumber :
  • YouTube Biwali Official

VIVA BANTEN – Suara keras datang dari kalangan pesantren. Ketua Dewan Pembina Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten, KH Matin Syarkowi, mengecam tajam tayangan Trans7 yang dianggap melecehkan pesantren dan para ulama. Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 itu dinilai sarat narasi yang merendahkan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri dan para pengasuhnya.

img_title PBNU Deklarasikan Pesantrenku Aman di Tangerang, Cegah Kekerasan Pada Santri

Dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa, 14 Oktober 2025, KH Matin menilai isi tayangan tersebut tidak hanya menyinggung satu pesantren, tetapi mencederai martabat seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Tayangan itu bukan sekadar persoalan Lirboyo. Ini sudah melukai marwah seluruh pesantren salaf di negeri ini,” tegasnya.

img_title Santunan Anak Yatim Lintas Iman di Kota Serang, Saat Kepedulian Melampaui Perbedaan Agama

Menurut KH Matin, pihak Trans7 seakan lupa akan jasa besar pesantren dalam sejarah Indonesia. Ia menegaskan bahwa pesantren adalah fondasi pendidikan karakter bangsa dan benteng moral yang telah berperan sejak masa perjuangan kemerdekaan.

“Para ulama dan santri adalah bagian dari sejarah perjuangan republik ini. Mereka berjuang tanpa pamrih, tanpa gaji, tanpa penghargaan. Sangat tidak pantas jika lembaga seberjasa itu dilecehkan di ruang publik,” ujarnya.

img_title Lewat Gerakan Jumat Bersih, FKUB Kota Serang Bersama Tokoh Agama Serukan Tinggalkan Perbedaan Demi Indonesia Harmonis

KH Matin juga mengingatkan peran vital para kiai dan ustaz dalam membentuk akhlak generasi muda. Ia menggambarkan kehidupan para pengasuh pesantren yang penuh keikhlasan dalam mendidik santri tanpa pamrih materi.

“Banyak kiai dan ustaz di pesantren yang bekerja dengan hati. Mereka tak meminta bayaran, tak menuntut fasilitas, hanya ingin mencetak anak bangsa yang berilmu dan berakhlak,” katanya.

Ia menilai narasi yang ditayangkan Trans7 sangat melukai umat Islam. Tayangan tersebut, kata KH Matin yang juga menjabat A’wan PBNU dan Ketua Dewan Pembina Nasional Bintang Sembilan Wali (Biwali), berpotensi menyesatkan persepsi publik tentang dunia pesantren.

“Tayangan itu bukan hanya memprihatinkan, tapi juga berbahaya. Ia bisa membentuk pandangan keliru tentang pesantren. Padahal pesantren telah melahirkan ribuan tokoh bangsa dan pemimpin umat,” ujarnya dengan nada tegas.

KH Matin mendesak pihak Trans7 untuk bertanggung jawab penuh atas konten yang dinilai menyesatkan itu. Ia meminta seluruh jajaran manajemen Trans7, mulai dari tim produksi hingga direksi, untuk menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik dan komunitas pesantren.

Halaman Selanjutnya
img_title