Pemberdayaan UMKM Sekitar Sekolah untuk Dukung Penerapan Dapur Sekolah dalam Program MBG
VIVA BANTEN – Kasus-kasus keracunan massal dari program makan bergizi gratis (MBG) masih terjadi sampai hari ini.
Oleh karena itu pemerintah perlu membuat terobosan baru untuk menghindari kasus serupa di kemudian hari.
Ada hal yang menarik pada uji coba penerapan Dapur Sekolah untuk program MBG yang dilaksanakan oleh SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, di mana kegiatan itu berjalan dengan sukses.
Salah satu orang tua siswa kepada tim media ini membenarkan bahwa untuk buah dan daging dipasok dari dirinya.
Hal ini diakuinya sebagai wujud kontribusi dan kebersamaan untuk melengkapi menu MBG dalam program Dapur Sekolah ini. Tujuan lainnya adalah memastikan buah dan daging betul betul sehat.
“Iya, kebetulan kami ada usaha tersebut jadi sekalian kami ikut berpartisipasi untuk buah dan dagingnya,“ jelas Ibu Ami salah satu orang tua siswa.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ardi dari Komite Sekolah, bahwa penerapan Dapur Sekolah untuk MBG ini pada prinsipnya kita memberdayakan para pelaku usaha kecil di lingkungan sekolah, dengan demikian para pelaku usaha kecil akan senang dan tentu ikut mendukung program ini.
Selain itu dalam program Dapur Sekolah juga harus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak yang ada di lingkungan sekolah.
Harus saling mendukung, kebersamaan untuk menyukseskan program pemerintah, dan anak-anak merasa senang menikmatinya makanan yang disajikan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Arini Widyastuti, S.Pd, MM keterlibatan orang tua dan komite sekolah ini sangat penting, selain dilibatkan untuk membantu sebagai tim panitian pada pelaksanaan Dapur Sekolah, sekaligus mereka juga ikut mengawasi mutu dan variasi makanan yang disajikanya.
Dan tidak mungkin, lanjut Arini orang tua akan memberikan makanan yang asal asalan, pasti yang terbaik dan menunya juga bervariasi sehingga anak-anak tidak bosan, selain itu juga dari sisi keamanan akan diperhatikan oleh para orang tua yang terlibat sebagai tim panitia.
Keterbilatan orang tua dan komite sekolah, kita nantinya kita atur jadwalnya, agar semua orang tua bisa ikut sebagai tim panitia.