Dapur Sekolah Menjamin Kesehatan dan Tepat Waktu Pelaksanaan MBG

Pemberian menu MBG oleh SPPG Yasmit di Tangsel
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA BANTEN - Kunci sukses penerapan Dapur Sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah kompak, saling mendukung, dan gotong-royong. 

img_title Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Tangerang Tetap Tatap Muka : Pelajar Wajib Pakai Masker

Keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua/komite sekolah, guru, karyawan dan pengelola kantin sekolah sangat menentukan tingkat keberhasilan program MBG ini.

Oleh karena itu, semua ikut terlibat baik dari orang tua/komite sekolah, staf sekolah, dan petugas kantin.

img_title Waspada Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Sekolah di Kota Serang Terapkan PJJ

Para orang tua bertugas dalam penyiapan bahan yang akan dimasak, sampai dengan menyiapkan makanan yang sudah masak dari dapur ke meja prasmanan yang telah disediakan.

Ibu Ani, salah satu orang tua siswa SDN 01 Menteng Jakarta Pusat mengaku dirinya mulai bertugas sejak pukul 05.00 WIB, ikut membersihkan sayur mayur yang akan dimasak dan juga menyiapkan makanan untuk para siswa.

img_title Cegah Pergaulan Bebas dan Krisis Mental di Era Digital, Pemkot Tangsel Dorong Literasi dan Moral Remaja

“Iya, karena ada anak di rumah, saya tadi sampai di sekolah ini jam 05.00 WIB, langsung bantu-bantu membersihkan dan memotong sayuran, dan kerjaan lain," ujarnya. 

"Dengan terlibatnya orang tua dan komite sekolah seperti ini, sekaligus ikut mengawasi kondisi dan kualitas makanan untuk para siswa. Dan tidak mungkin kami menyiapkan makanan yang asal-asalan, pastinya makanan yang terbaik, kan untuk anak kita sendiri,” jelas Ani.

Senada dengan Ani selaku orang tua siswa, Ibu Puji salah seorang guru mengatakan bahwa dirinya senang, melihat antusiasme para siswa saat mengantri untuk mendapatkan Makanan Bergizi Gratis

“Kami para guru dilibatkan sebagai tim panitia, untuk mendampingi para siswa saat antri untuk mengambil makanan di meja prasmanan. Dan untuk proses belajar dan mengajar tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kendala,” ujar Puji.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan menuai perhatian publik setelah rangkaian kasus keracunan massal terjadi di sejumlah daerah.

Ratusan siswa mulai dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga kasus terbesar di Bengkulu jadi korban keracunan.

Banyaknya kasus keracunan MBG dinilai sebagai kegagalan sistemik.

Belum ada upaya dari pemerintah dalam hal ini BGN (Badan Gizi Nasional) mencari solusi dari banyaknya kasus keracunan pada MBG.

Halaman Selanjutnya
img_title