Cerita Kelompok Tani soal Isu Pemotongan Program P3TGAI di Pandeglang-Lebak

Kelompok Tani di Lebak
Sumber :
  • Dok

VIVA BANTEN - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Pandeglang-Lebak, Provinsi Banten menjadi sorotan, hingga ramai diperbincangkan publik.

img_title Dari Layanan Kesehatan hingga UMKM, Jasindo Perkuat Fondasi Kesejahteraan Masyarakat Baduy

Program yang dikucurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui BBWSC wilayah Banten ini disebut-sebut mendapat potongan sebesar 30 persen.

Program P3-TGAI merupakan bantuan langsung dari Kementrian PUPR untuk kelompok tani di Pandeglang-Lebak. Bantuan ini disalurkan sebanyak 62 titik.

img_title Agraria Bukan Maritim, Diskusi Soal Pertanian dan Solusinya

Wartawan melakukan penelusuran ke sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pandeglang-Lebak, hasilnya indikasi pemotongan tersebut tidak ditemukan.

Berdasarkan keterangan Ketua Kelompok Tunas Qiara, Desa Sangiang, Kecamatan Malingping, Lebak, Cahyani menjelaskan, bahwa program ini swakelola melibatkan masyarkat. 

img_title Pasien BPJS di Pandeglang Ditolak Rawat Inap, Nakes RSUD Labuan Geruduk Rumah Orang Tua

Kata Cahyani, pencairan pada program ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama senilai Rp136.500.000 atau 70 persen dari total anggaran, yang digunakan untuk biaya persiapan pelaksanaan kerja, seperti musyawarah desa, sosialisasi hingga pembangunan irigasi.

"Ini yang kemungkinan terjadi mis komunikasi, disangkanya ada potongan 30 persen," katanya, Senin (8/9/2025).

Sebab lanjut Cahyani, setelah selesai pengerjaan tahap pertama pada pasangan batu, selanjutnya pihak kelompok akan mengajukan PHO 70 persen ke BBWSC3 melalui pendamping.

"Sehingga kami dapat melakukan pencarian sisa anggaran senilai 58.500.000 atau 30 persen dari nilai anggaran," ujarnya.

Anggaran tersebut ungkap Cahyani, akan digunakan untuk finishing hingga membayar ongkos pekerja.

"Progam ini tidak ada pemotongan, dan pada saat ini pekerjaan masih dalam proses pekerjaan tahap 1 mudah-mudahan program ini selesai," ungkapnya.

Sementara Ketua Kelompok Kubang Jaya, Desa Cijaku, Munir Suja'i memastikan tidak ada pemotongan dalam program tersebut. 

Justru ia merasa bersyukur adanya program tersebut lantaran pengairan sawah di wilayah merata.

"Kalau pencairan memang 70 persen dan 30 persen, jadi ada dua tahap. Kalau pemotongan tidak ada, justru kami merasa bersyukur adanya program ini," katanya.