Politisi Senior PPP Tolak Mardiono Maju Sebagai Ketua Umum di Mukernas ke 10
- Viva.co.id
VivaBanten – Politisi senior PPP sebut Muhamad Mardiono dianggap tidak layak memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut. Karena tidak mampu membesarkan parpol untuk melaju ke DPR RI dan tidak memenuhi ambang batas parlemen di Pileg 2024 lalu.
Hal itu disampaikan oleh Haji Maman Firmansyah, politisi senior PPP Jakarta yang juga eks Anggota DPRD DKI Jakarta dua periode 2009-2014 dan 2014-2019.
"Mardiono tak layak memimpin PPP lagi, dia kartu mati buat PPP," kata Haji Maman, kepada wartawan di Jakarta, ditulis Jumat, 05 September 2025.
Terlebih, Mardiono mendapatkan posisi Plt Ketua Umum PPP melalui gerakan kudeta merangkak dengan melengserkan Suharso Monoarfa. Saat itu, pencopotan Suharso dilakukan melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang, Banten, Senin malam, 05 September 2022.
Meski telah gagal membawa kemajuan PPP di Pemilu 2025, namun Muhamad Mardiono dianggap tidak tahu malu kepada ulama dibawah naungan partai berlambang Ka'bah tersebut, dengan ingin maju di Mukernas ke 10 tahun 2025 ini.
Mardiono Ketua Umum PPP di Munas GPK
- Istimewa
"Di tangan Mardiono lah PPP hancur dan tersingkir dari Senayan, satu indikator partai gagal bagi sebuah partai yang tergolong tua, yang pada awal berdirinya PPP sangat diperhitungkan. Karena itu dia harus tahu diri, dan malu pada para ulama pendiri partai ini,” tegasnya.
Senada dengan itu, senior PPP dari Jakarta Selatan Ichwan Zayadi mantan Wakil Ketua DPRD DKI 2014-2019 juga menyatakan, sebaiknya Mardiono menahan ambisinya untuk melanjutkan Kepemimpinan PPP mendatang jika memang beliau masih cinta terhadap PPP ini.
“Sebaiknya Mardiono menahan diri, jangan mengedepankan ego untuk memaksakan diri maju sebagai Calon Ketum PPP lagi, kasihani partai ini," ungkap Ichwan Zayadi, ditulis Jumat, 05 September 2025.
Ichwan Zayadi juga menekankan kepada DPW dan DPC agar mempersiapkan Muktamar ini dengan sungguh-sungguh. Gunakan forum Mukerwil dan Mukercab untuk penguatan organisasi dan merumuskan langkah-langkah strategis demi kepentingan partai kedepan.
"Mukerwil dan Mukercab jangan hanya dijadikan forum formalitas belaka, apalagi hannya untuk dijadikan sarana penggalangan dukungan kepada Calon Ketua Umum yang sudah terbukti gagal di pemilu 2024. Jangan korbankan partai hanya untuk kepentingan legitimasi kekuasaan sesaat," tegasnya.