GP Ansor Tangsel Minta Kejaksaan Usut Dugaan Kerugian Negara dalam Penyertaan Modal Pemkot ke BJB

GP Ansor saat Membuat Laporan ke Kejari Tangerang Selatan
Sumber :
  • Engkos Kosasih/Viva

VIVA BANTEN - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti potensi kerugian negara di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel.

img_title GP Ansor Curiga Kejari Tangsel 'Masuk Angin' Tangani Kasus Bank BJB: 6 Bulan Mandek!

Potensi kerugian negara ini terkait penyertaan modal Pemkot Tangsel ke PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB).

Laporan ini telah disampaikan secara resmi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel pada Jumat (22/8/2025).

img_title Revisi RTRW Tangsel; Sebaran RTH Seperti 'Hantu', Kepentingan Publik Terancam Swasta

Ketua LBH GP Ansor Tangsel, Suhendar, membeberkan beberapa temuan yang menjadi dasar laporan mereka. Salah satunya adalah data dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Ada kejanggalan pada penyetoran modal, dividen laba bersih, dan kurangnya setoran. Bahkan, ada situasi di mana tidak ada penyertaan modal, tapi ada laba bersih. Hal ini perlu diperdalam," kata Suhendar dalam keterangan pers, Sabtu (23/8/2025).

img_title Mobil Dinas Tesla Rp2,5 Miliar Disebut-sebut Punya Pemkot Tangsel, Benyamin; Bukan!

Lebih lanjut, Suhendar juga merujuk pada data Kementerian Hukum yang menunjukkan perbedaan nilai. Dari penyertaan modal senilai Rp 10 miliar, data menunjukkan bahwa saham Pemkot Tangsel di BJB hanya bernilai sekitar Rp 1,8 miliar. 

"Artinya, ada selisih sebesar Rp 8 miliar yang tidak tercatat," ungkapnya.

Dengan adanya perbedaan data tersebut, GP Ansor meminta pihak Kejaksaan untuk melakukan investigasi menyeluruh. 

"Kami meminta kepada kejaksaan untuk menelusuri apakah ini bentuk kesengajaan atau kelalaian semata," tambahnya.

Suhendar berharap agar para pejabat pengelola keuangan daerah dan penasihat investasi dapat memberikan pertanggungjawaban atas penyertaan modal yang dilakukan. 

"Mudah-mudahan Kejari Tangsel dapat menindaklanjuti laporan ini," pungkasnya.