Usai Gambar Jolly Roger, Karang Taruna di Sragen Didatangi TNI - Polri
- Medsos
VivaBanten – Pemuda dan masyarakat di Dukuh Ndayu, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menggambar logo bendera Jolly Roger dari serial manga One Piece di jalanan kampungnya, untuk memeriahkan perayaan HUT RI ke 80.
Namun gambar yang sudah dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat, diminta dihapus oleh TNI - Polri, usai kedua institusi negara itu mendatangi kampung tersebut.
Video penghapusan itu pun beredar luas di media sosial (medsos). Bahkan aparat memantau langsung penghapusan mural bendera Jolly Roger, agar benar-benar hilang.
Diketahui penggambaran bajak laut one piece itu dilakukan oleh karang taruna setempat. Penghapusan juga dilakukan oleh karang taruna.
Bendera Merah Putih dan One Piece.
- Istimewa
Aparat kepolisian, TNI turun tangan mengawasi proses penghapusan mural bergambar bajak laut Shirohige, Minggu 3 Agustus 2025.
"Saya tanya, memang ada masalah apa? Dari pihak berwajib bilangnya sebenarnya tidak apa-apa, cuma untuk saat ini one piece lagi viral. Lalu diminta menghapus, yang menghapus saya sendiri," ujar Ketua karang taruna Ndayu, Supriyanto (38), ditulis Selasa, 05 Agustus 2025.
Supriyanto mengaku bingung ketika dirinya didatangi TNI - Polri yang menanyakan terkait mural Jolly Roger. Kekagetan dia bertambah, ketika aparat memintanya menghapus gambar tersebut.
Supri sudah menjelaskan bahwa masyarakat menggambar Jolly Roger tidak ada niat buruk. Mural itu dibuat karena banyak warga, pemuda hingga anak-anak, kerap menonton film kartun asal Jepang tersebut.
Gambar Jolly Roger Dihapus Katang Taruna Usai Didatangi TNI.
- Viva.co.id
"Kemarin itu, malam minggu kerja bakti menyambut HUT kemerdekaan, selesai itu dari temen-temen menggambar itu. Tidak ada niat apa-apa, karena mereka suka nonton film itu," terangnya.
Ia menjelaskan gambar itu merupakan ekspresi dari teman-teman karangtaruna untuk memeriahkan HUT ke-80 RI. Lantas, pada Minggu 3 Agustus, saat tidur siang dirinya didatangi polisi dan TNI. Ia diminta menghapus gambar tersebut.
Karang taruna Ndayu menyayangkan penghapusan gambar one piece berukuran 1,5 meter tersebut.
"Banyak yang menyayangkan. Kita enggak ada motif, itu animasi one piece bukan yang lagi viral. Kita naruhnya di jalan bukan dikibarkan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Jurangjero, Sugito membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan penghapusan gambar dilakukan karang taruna sendiri.