Profil Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom: Ulama Intelektual Pelopor Islam Moderat
- Viva.co.id/Taufik
VIVA BANTEN – Kementerian Agama RI resmi melantik Prof. Dr. KH Muhammad Ishom sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Pelantikan berlangsung di Jakarta, Kamis, 31 Juli 2025. Sosoknya bukan orang baru di dunia pendidikan dan keagamaan. Ia dikenal sebagai akademisi, aktivis organisasi, dan ulama moderat yang konsisten menjaga nilai-nilai toleransi dan keadilan.
Profil Prof Muhammad Ishom lahir di Demak, 23 Juni 1976. Sejak kecil, ia akrab dengan dunia pesantren. Ia mengenyam pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyyah Assirojiyah, lalu melanjutkan ke MTs dan MA Futuhiyyah I Mranggen, Demak.
Ketekunannya menuntut ilmu mengantarkannya ke Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan fokus pada Peradilan Agama.
Gelar magister ia raih di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan spesialisasi Islamic Studies dan Fiqh Siyasah. Pada 2012, ia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Hukum Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Prof Muhammad Ishom dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Peradilan Islam pada Rabu, 28 Mei 2025, dan menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Karier Akademik: Menanam Moderasi dari Dalam Kampus
Tahun 2007, Prof. Ishom mulai mengajar di UIN SMH Banten. Ia dipercaya sebagai Wakil Dekan I Fakultas Syariah (2021–2025) dan memimpin Rumah Moderasi Beragama (RMB) pada periode 2021–2024.
Sebagai Ketua RMB, ia aktif mempromosikan pentingnya toleransi di lingkungan akademik. Ia menolak keras intoleransi dan radikalisme.
Aktivis Organisasi: Merawat Keumatan Lewat Jaringan Sosial
Di luar kampus, Prof Ishom dikenal aktif dalam berbagai organisasi keagamaan. Ia pernah menjabat Ketua Lembaga Bahsul Masail PCNU Jakarta Barat (2006–2010) dan Ketua LP Ma’arif PWNU DKI Jakarta (2010–2014).
Ia juga terlibat dalam Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII dan menjadi Pembina Jaringan GUSDURian Serang. Saat ini, ia menjabat sebagai Dewan Pakar PB IKA PMII dan ISNU Kota Serang.
Selain itu, ia menjadi penasihat Asosiasi Program Studi Hukum Tata Negara se-Indonesia setelah sebelumnya memimpin asosiasi tersebut selama lima tahun.
Pendidikan untuk Semua: Mendirikan Sekolah Demi Perubahan Sosial