Profil Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom: Ulama Intelektual Pelopor Islam Moderat
- Viva.co.id/Taufik
Tak hanya aktif di ranah akademik dan organisasi, Prof. Ishom turut mendirikan dua lembaga pendidikan di bawah Yayasan Miftahul Huda di Jakarta dan Yayasan Qod Ata Kota Serang. Ia ingin memastikan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh masyarakat akar rumput.
Baginya, pendidikan adalah alat transformasi sosial. Ia percaya bahwa karakter generasi bangsa dibentuk dari ruang kelas.
Visi Kepemimpinan: Membentuk Generasi Muslim yang Kritis dan Toleran
Prof. Ishom membawa visi besar sebagai rektor. Ia ingin UIN SMH Banten menjadi motor penggerak Islam moderat yang inklusif, adil, dan berpihak pada kemanusiaan. Visi ini sejalan dengan semangat keindonesiaan yang menjunjung keberagaman dan keadilan sosial.
Ia ingin mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga bijak secara moral dan spiritual.
Simbol Ulama Intelektual yang Menginspirasi
Dengan latar belakang pesantren yang kuat, pengalaman akademik luas, dan jaringan organisasi yang solid, Prof. Ishom dianggap sebagai figur lengkap. Ia tak hanya mengajar, tapi juga menggerakkan perubahan.
Pengangkatannya sebagai Rektor UIN SMH Banten diharapkan bisa membawa perubahan signifikan. Kampus ini digadang-gadang menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika sosial yang kompleks.
Prof Ishom membuktikan bahwa ulama tak hanya bisa berdakwah dari mimbar, tetapi juga bisa memimpin institusi pendidikan tinggi dan membentuk arah baru peradaban.