964 Lulusan Diwisuda, UIN Banten Dipuji Menag: Riset Kelas Dunia, Kampus Hijau, dan Jurusan Haji-Umrah Berpotensi Miliar
- Taufik/Viva.co.id
VIVA BANTEN – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar wisuda sarjana ke-40 dan pascasarjana ke-26 pada Sabtu, 12 Juli 2025. Bertempat di Convention Hall Kampus 2, sebanyak 964 mahasiswa dari berbagai jurusan resmi menyandang gelar akademik.
Acara ini tak sekadar seremoni kelulusan. Ini juga menjadi momen penting yang menunjukkan pencapaian UIN Banten dalam pengembangan akademik, internasionalisasi kampus, dan visi masa depan yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Kehadiran Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, Gugun Gumilar, mempertegas posisi UIN Banten sebagai kampus dengan reputasi yang kian diperhitungkan. Ia mengapresiasi langkah maju kampus ini, terutama dalam bidang riset yang telah menembus jurnal-jurnal internasional terkemuka.
“Saya apresiasi Rektor UIN SMH Banten. Riset mereka luar biasa, sudah masuk ke jurnal internasional dalam jumlah besar,” kata Gugun. Ia juga menyoroti pertukaran mahasiswa dan dosen yang sudah mencakup negara-negara di Amerika dan Eropa.
Gugun menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kualitas UIN Banten tidak kalah dari kampus ternama lain.
“Ini bukan lagi kampus pinggiran. Mereka sudah menjadi bagian dari jaringan akademik global,” ujarnya.
Kampus Hijau dengan Tata Kelola Modern
Selain prestasi akademik, Gugun menyoroti penataan fisik kampus. UIN Banten dinilai berhasil menciptakan lingkungan belajar yang asri dan mendukung konsep Green Campus.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar
- Taufik/Viva.co.id
“Bangunannya sudah bagus, konsepnya kampus hijau. Tapi tetap harus dijaga. Tanpa perawatan, semua akan menurun,” ucapnya. Ia menambahkan, tata kelola kampus yang berkelanjutan adalah kunci agar fasilitas yang sudah ada bisa terus menunjang aktivitas belajar-mengajar.
Bahkan, menurut Gugun, potensi awal UIN Banten lebih menjanjikan dibanding UIN besar seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta.
“Kalau dikelola baik, UIN Banten bisa bersaing setara—apple to apple,” tegasnya.
Lokasi Strategis, Banten Jadi Basis Pendidikan Islam Modern
Letaknya yang dekat dengan Jakarta dan Bandung menjadikan UIN Banten punya posisi strategis. Gugun menyebut Banten sebagai daerah penyangga ibu kota yang harus diperhitungkan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis teknologi dan bisnis.