Menu MBG di Tangsel Diberikan Bahan Mentah : Penuhi Standar Gizi BGN
- Sherly/viva
Banten VIVA - Sebuah unggahan di media sosial ramai usai adanya pendistribusian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan secara mentah.
Dalam unggahan foto di @TrinityTraveler, nampak adanya buah, beberapa lauk pauk yang merupakan pembagian menu MBG. Gambar itu juga memperlihatkan adanya beras mentah di dalam plastik.
"Baru tau MBG sekarang dikasih bahan mentahnya doang sekalian utk 5 hari! *ini utk anak SD megeri di Tangsel" tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Berdasarkan informasi, pendistribusian bahan makanan mentah itu dilakukan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yasmit (yayasan mualaf Indonesia Timur) Ciputat Timur, Kota Tangsel.
Di mana, SPPG tersebut memberikan pelayanan kepada 18 sekolah di wilayah Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan mulai dari jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA.
Dalam hal ini, Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur A.Basiro memberikan penjelasam terkait bahan mentah yang diberikan dalam menu MBG.
"Terkait menu MBG di SPPG Kota Tangerang Selatan - Cempaka Putih yang Viral, beras diberikan dalam bentuk mentah agar dapat dibawa pulang dan disimpan lebih lama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi sekolah yang sedang libur atau menjalani class meeting/ujian, sehingga siswa tetap dapat menerima manfaat program MBG," katanya.
Lanjutnya, pemilihan itu untuk menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta meminimalisir konsumsi, seperti yang telah ramai dibahas di media sosial, penggunaan makanan kemasan menimbulkan banyak kekhawatiran dari masyarakat.
"Kami tidak menggunakan makanan kemasan karena ingin menghindari penggunaan bahan pengawet, pewarna, dan pemanis buatan, serta meminimalisir konsumsi ultra processed food," ujarnya.
Oleh karena itu, dapur SPPG Yasmit Ciputat Timur berkomitmen memberikan makanan real food yang lebih sehat dan alami.
"Beras diberikan mentah agar bisa dimasak sendiri di rumah sesuai kebutuhan. Sedangkan lauk pauk sudah disiapkan dalam kondisi matang. Kami juga menghindari penggunaan makanan beku karena khawatir siswa lupa menyampaikannya kepada orang tua, yang bisa menyebabkan makanan basi dan tidak dapat dikonsumsi," jelasnya.