Pengembang di Tangerang Mulai Hadirkan Hunian Sehat, Berikut Kriterianya
- Sherly/viva
Banten VIVA - Situasi pandemi Covid-19 membuat gaya hidup masyarakat mengalami perubahan. Di mana, saat ini masyarakat fokus pada kesehatan diri seperti olahraga, menjaga pola makan, hingga memilih lingkungan hunian yang sehat untuk mendukung keseimbangan hidup secara menyeluruh.
Hal itu membuat para pengembang melakukan terobosan untuk merancang hunian dengan menciptakan lingkungan yang sehat.
Seperti kawasan hunian premium The Springs, di mana Summarecon Serpong merancang khusus untuk menunjang gaya hidup sehat, aktif, dan harmonis.
Di mana, hunian memiliki konsep kawasan hijau dan fasilitas lengkap untuk menjalani hidup lebih produktif dari rumah.
Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati mengatakan, pandemi Covid-19, membuka mata banyak orang terhadap pentingnya hidup berkualitas, serta adanya konsep rumah bukan lagi sekadar tempat tinggal, tapi pusat segala aktivitas dan sumber ketenangan.
"Tren hidup sehat tidak berhenti pada tubuh dan pikiran saja lingkungan tempat tinggal pun menjadi faktor krusial," katanya, Senin, 2 Juni 2025.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 65,25 persen rumah tangga di Indonesia kini menempati rumah yang memenuhi kriteria layak huni.
Namun, angka ini juga menunjukkan bahwa hampir 35 persen lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kesehatan dan kenyamanan.
Di daerah seperti Papua Pegunungan, angka ini hanya sekitar 4,44 persen, sedangkan di DIY sudah mencapai 86,68 persen.
"Waktu itu, kita hidup dalam isolasi, di dalam kotak bernama rumah dan laptop. Kalau lingkungan ini tidak sehat, maka ujungnya adalah penyakit fisik dan mental," ujarnya.
Sehingga, pengembang hunian pun mulai mengedepankan integrasi antara alam dan kehidupan modern dengan sejumlah kriteria seperti taman-taman hijau, jalur pedestrian yang rindang, dan fasilitas olahraga yang mendorong penghuni untuk hidup aktif setiap hari, baik dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, maupun sekadar menikmati udara segar.
Lebih dari sekadar sarana olahraga, ruang terbuka ini juga menjadi media interaksi sosial yang sehat.
"Lingkungan yang sehat tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan sosial. Taman dan ruang terbuka hijau menjadi tempat penting untuk berinteraksi, berekreasi, bahkan menurunkan konflik sosial. Kalau kita saling mengenal, kita lebih percaya, dan kalau lebih percaya, konflik berkurang," ungkapnya.