Hulu Kali Cirarab Mengandung Lombah Logam Melebih Batas, Menteri Hanif Panggil Bupati Tangerang

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif cek kandungan air di Kali Cirarab
Sumber :
  • Sherly/viva

Banten VIVA - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq segera memanggil sejumlah pejabat di Kabupaten Tangerang, diantaranya Bupati Tangerang (Maesyal Rasyid), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Fachrul Rozi) dan pengelola TPA Jatiwaringin.

img_title Antisipasi Pelajar Ikut Demo 27 Agustus ke Jakarta, Pemkab Tangerang Tingkatkan Pengawasan

Hal ini setelah ditemukan adanya kandungan air di hulu Kali Cirarab, tepatnya di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang yang mengandung logam melebih batas aman.

Dimana, secara kasat mata, warna air yang berada di kawasan setempat bewarna hitam dan memiliki bau yang cukup pekat.

img_title Rayakan HUT Ke-81 RI, Bupati Tangerang Tekankan Semangat Pengabdian Kepada Masyarakat dan Negara

"Saya akan segera panggil pak Bupati, Kadis lingkungan hidup, dan pengelola TPA Jatiwaringin, Bappeda untuk memberikan penjelasan terkait kasus Kali Cirarab tadi. Kalau dari faktor koneksivitasnya itu di angka 1.800 artinya terindikasi berbagai macam logam berat disana, normalnya kan kurang dari 400, ini angka kita 1.800 artinya banyak sekali terlarut logam berat," ungkapnya, Jumat, 16 Mei 2025.

Bukan hanya itu, dalam pengecekan tersebut, limbah yang mencemari aliran Kali Cirarab berasal dari salah satu pabrik pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun).

img_title Akhir 2026, Gedung Layanan Publik Terbesar di Kabupaten Tangerang Mulai Beroperasi

"Dan air di hulu itu berasal dari limbah di lokasi pengolahan limbah B3, makanya akan kita tindak lanjut, kita panggil orang-orang yang bersangkutan," ujarnya.

Dalam pengecekan itu, ia juga mendapati kondisi TPA Jatiwaringin yang masih menggunakan sistem open dumping. Terlebih banyaknya asap bakaran sampah yang ditimbulkan akibat gas metan.

"Tidak ada toleransi kita di kebakaran, makanya kita wanti-wanti tidak ada open dumping karena resikonya kebakaran ini, mudah-mudahan tidak menimbulkan korban jiwa. Dan ini akan dalam pengananan serius dari lingkungan hidup," ungkapnya.