Video Viral Oknum Kadin Cilegon Minta Proyek Rp5 Triliun Tanpa Lelang, Pimpinan Sebut Hanya 'Selip Lidah'

Klarifikasi Kadin Cilegon soal oknum minta Rp 5 triliun
Sumber :
  • ISTIMEWA

VIVA BANTEN – Sebuah video yang menampilkan seorang pria mengaku anggota Kadin Cilegon meminta proyek senilai Rp 5 triliun tanpa proses lelang mengejutkan publik. 

img_title Bilal Berpeluang Jadi Calon Tunggal Ketua HIPMI Kota Serang, Bawa Misi Perkuat Pengusaha Muda

Dalam video viral berdurasi singkat tersebut, pria berbaju putih tersebut tampak berbicara tegas, menyebut nilai proyek yang fantastis dan meminta alokasi khusus untuk Kadin. Ucapannya berbunyi, “Tanpa ada lelang, porsinya harus jelas, Rp 5 triliun untuk Kadin.” 

Video ini langsung menyebar luas di media sosial dan menuai reaksi tajam dari publik. Banyak yang mempertanyakan kredibilitas Kadin Cilegon dan prosedur pengadaan proyek di wilayah tersebut. 

img_title Tragedi Kadin Cilegon, Saatnya Evaluasi dan Duduk Bersama Pemangku Kepentingan

Klarifikasi dari Kadin Cilegon

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum I Kadin Cilegon, Isbatullah Alibasja, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa pernyataan anggota Kadin dalam video tersebut tidak mewakili sikap resmi organisasi.

img_title Tragedi Dugaan Kadin Cilegon Minta Proyek Rp5 Triliun Tanpa Lelang, Pertaruhan Investasi Nasional

Menurutnya, insiden itu terjadi karena situasi yang tidak kondusif dan komunikasi yang tidak berjalan baik. 

“Memang benar ada kejadian itu, tapi itu bukan pernyataan resmi Kadin. Itu murni luapan emosi dari anggota kami yang kesal karena komunikasi dengan pihak Chengda buntu. Saya menyebutnya sebagai selip lidah,” jelas Isbat, Rabu, 14 Mei 2025. 

Berawal dari Komunikasi Kadin dengan PT CAA

Isbat memaparkan bahwa jauh sebelum kejadian, Kadin Cilegon sudah beberapa kali bertemu dengan pihak PT Chandra Asri Alkali (CAA) dan kontraktor utama proyek senilai Rp 15 triliun itu. 

Dalam pertemuan yang berlangsung sebanyak tiga hingga empat kali, Kadin menyampaikan dukungan penuh terhadap investasi besar tersebut. Namun, Kadin juga menyuarakan harapan agar pengusaha lokal dilibatkan dalam pengerjaan proyek. 

“Kami sangat mendukung investasi ini, tapi kami juga minta pengusaha lokal yang punya kapasitas diberi kesempatan. Supaya ada dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Masalah Komunikasi dengan PT Chengda

Masalah muncul ketika komunikasi dengan PT Chengda selaku kontraktor utama dinilai tidak berjalan lancar. Isbat menyebut adanya kendala budaya dan komunikasi yang membuat hubungan jadi tidak efektif. Karena itu, Kadin akhirnya mendatangi langsung lokasi proyek untuk melihat situasi di lapangan. 

Saat tiba di lokasi, sudah ada sejumlah pengusaha lokal dan anggota organisasi lainnya seperti Hipmi dan HIPPI. Suasana pertemuan memanas karena berbagai pihak berbicara secara bersamaan dalam ruangan yang sempit dan ramai. 

Halaman Selanjutnya
img_title