BPNT Rp600 Ribu Sudah Cair, Cek KKS Sekarang, Update Jadwal PKH dan Bantuan Beras 10 Kg
- Viva Banten
VIVA BANTEN – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali disalurkan oleh pemerintah pada Mei 2025.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah menerima dana sebesar Rp600.000 ke rekening mereka sejak Selasa, 13 Mei 2025.
Dana BPNT ini masuk melalui aplikasi Wonder by BNI dan Living by Mandiri, bahkan sebagian penerima langsung mencairkannya lewat agen Brilink dan EDC.
BPNT diberikan bersamaan dengan bantuan PKH, khususnya untuk kategori lansia dan disabilitas.
Cairnya BPNT Ditandai Masuknya Saldo KKS
Notifikasi dana masuk muncul di pagi hari dengan rincian saldo Rp600 ribu dari sistem milik Kemensos.
Warga diminta segera cek Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing karena BPNT ditransfer otomatis berdasarkan jadwal pusat.
Penyaluran ini merupakan bagian dari BPNT tahap 2, mencakup periode April, Mei, dan Juni 2025, meski belum semua daerah menerima secara serentak.
PKH dan BPNT Dijadwalkan Cair Minggu Ketiga Mei
Dalam rapat koordinasi terbaru, Kementerian Sosial menegaskan bahwa penyaluran PKH dan BPNT tahap 2 akan dimulai minggu ketiga Mei.
Meski bertepatan dengan hari libur nasional seperti Waisak, penyaluran tetap berjalan sesuai sistem.
“Bansos tidak tertunda meski tanggal merah, karena sudah dijadwalkan secara otomatis,” jelas pejabat Kemensos.
BPNT Masuk ke Berbagai Bank, Termasuk BSI
Selain BNI dan Mandiri, beberapa KPM juga melaporkan dana masuk melalui Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ada juga laporan pencairan bantuan PIP sebesar Rp350 ribu yang masuk lewat BSI di waktu bersamaan.
Namun, hingga 13 Mei, data aplikasi 6NG Kemensos belum memperbarui informasi untuk PKH dan BPNT April–Juni.
Menu final closing dan evaluasi KPM masih menampilkan data lama periode Januari–Maret 2025.
Bantuan Beras 10 Kg Masih Tertunda
Sementara BPNT sudah mulai disalurkan, bantuan beras 10 kg belum ada kejelasan.
Padahal, program ini dijanjikan cair sejak awal 2025. Pemerintah menunda penyaluran hingga panen raya selesai, namun hingga pertengahan Mei belum ada instruksi resmi dari Presiden atau BULOG.
Penyaluran seharusnya mencakup total 60 kg beras selama enam bulan. Namun, hingga kini belum ada persiapan distribusi yang jelas.