Ribuan Jamaah Padati Haul ke-132 Syekh Nawawi Al-Bantani, PIK 2 Turut Dukung Acara
- Istimewa
BANTEN.VIVA.CO.ID – Haul Syekh Nawawi Al-Bantani kembali digelar dengan khidmat di kompleks Pesantren An-Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Acara tahunan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 25 April hingga Minggu, 28 April 2025.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Tanara sejak hari pertama pelaksanaan haul. Kegiatan ini tak hanya menjadi momentum mengenang jasa ulama besar Syekh Nawawi, tetapi juga ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai Islam moderat yang diwariskan beliau.
Wakil Ketua Panitia, Jayadi Teja Permana, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari PT Agung Sedayu Group atau PIK 2 dalam pelaksanaan Haul ke-132 ini.
"Kami panitia ucapkan terima kasih kepada PIK 2 yang sudah turut support Haul Syekh Nawawi Tanara Al-Bantani ke-132 ini. Semoga ke depan, acara ini bisa lebih besar dan memberi manfaat lebih luas," ujar Jayadi dalam pernyataannya yang disampaikan di lokasi acara, Taman Qur'an Tanara, seperti dilansir kanal YouTube Bang Igor, Jumat, 25 April 2025.
Meski tak merinci bentuk kontribusi PIK 2, Jayadi menegaskan dukungan itu menjadi dorongan semangat tersendiri bagi panitia dan peserta.
Rangkaian kegiatan haul dibuka dengan Musabaqoh Qiroatul Kutub, membaca dan mengkaji karya emas Syekh Nawawi, yakni Tafsir Munir. Para peserta berasal dari berbagai wilayah seperti Anyer, Tangerang, hingga Ciomas. Acara juga diramaikan dengan Khotmil Qur’an, Tabligh Akbar, Zikir Bersama, hingga layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Tak hanya itu, kemeriahan juga terasa di area bazar UMKM yang menjual aneka produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, dan busana muslim. Kehadiran pelaku usaha kecil menambah semarak sekaligus mendorong ekonomi warga sekitar.
Forum pertemuan para alim ulama se-Banten pun menjadi salah satu agenda penting, sebagai ajang konsolidasi pemikiran keislaman yang moderat dan inklusif sebagaimana ajaran Syekh Nawawi.
Puncak acara berlangsung pada Jumat malam, ditandai dengan pembacaan tahlil dan pengajian akbar. Suasana haru dan khidmat menyelimuti kompleks pesantren saat doa-doa dipanjatkan untuk mengenang sosok ulama besar yang namanya dikenal di penjuru dunia Islam itu.