Tembus Rekor Capaian 90,22 Persen, Wali Kota Budi Rustandi Bangga Progres Positif Program Serang Mengaji

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat sambutan acara Serang mengaji
Sumber :
  • Viva Banten

VIVA BANTEN - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencatatkan rekor keberhasilan pelaksanaan Program Serang Mengaji yang kini telah menyentuh angka 90,22 persen.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan kebanggaannya atas progres positif literasi keagamaan tersebut di tingkat pelajar daerah.

Pencapaian makro tersebut diungkapkannya secara langsung saat membuka agenda seremonial literasi kitab suci di SMP Negeri 21 Kota Serang.

Kegiatan yang melibatkan ratusan siswa dan tenaga pendidik tersebut diselenggarakan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Budi, efektivitas inisiatif birokrasi ini sangat terlihat pada hasil evaluasi pembinaan siswa di lingkungan SMP Negeri 5 Kota Serang.

Angka siswa yang kesulitan membaca huruf hijaiyah di sekolah tersebut berhasil ditekan secara drastis dari 36 anak menjadi tersisa delapan anak.

"Dari 540 sekian murid, ada yang tidak bisa mengaji sebanyak 36, sekarang tinggal sisa delapan," ujar Budi merincikan hasil evaluasi tersebut.

Menyikapi kesuksesan ini, Pemkot Serang dipastikan akan segera menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Langkah perluasan target literasi ke jenjang menengah atas tersebut dieksekusi guna merespons permintaan kolaborasi dari Gubernur Andra Soni.

"Alhamdulillah kemarin Pak Gubernur memanggil Satgas Serang Mengaji dan minta untuk kelas tingkat SMA dan SMK khususnya di Kota Serang," paparnya.

Guna mempertahankan rekor capaian tersebut, Budi juga menginstruksikan seluruh sekolah untuk menggelar salat Duha dan tadarus rutin setiap hari Rabu.

"Karena sambil mendoakan Kota Serang agar cepat pertumbuhan ekonominya, karena Duha mengundang rezeki," tegasnya.

Selain berfokus pada literasi agama, pemerintah daerah juga tengah mematangkan peluncuran inovasi beasiswa bertajuk satu kelurahan satu sarjana.

Target pembiayaan pendidikan tersebut diproyeksikan akan ditingkatkan menjadi satu kecamatan satu dokter pada tahun depan dengan sokongan penuh dari kas negara.

Budi menegaskan bahwa realisasi deretan inovasi ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk memajukan sektor pendidikan daerah.