Hadapi Digital Marketing, Aprindo Minta UMKM Ukur Kesiapan

Kelas Online Aprindo dan pelaku UMKM
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar kelas UMKM online Series ke-III Hari Ritel Nasional 2025 dengan tema pemasaran digital & analisis media sosial.

Dalam kegiatan tersebut, para pelaku Isaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) dan sejumlah pakar turut dihadirkan.

Kepala Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Hudi Santoso mengatakan, saat ini banyak pelaku UMKM tergesa-gesa masuk ke pemasaran digital tanpa menyiapkan sistem bisnis yang memadai. Hal ini, dapat berakibat fatal bagi kelangsungan usaha.

"Stock opname, service level, apakah UMKM sudah siap? Jangan sampai sudah masuk tapi kemudian terbiarkan. Ini harus diukur. Fokus pelan-pelan sesuai kemampuan, lalu upscale dilakukan setelah berproses," katanya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Menurut Hudi, banyak UMKM yang terlalu berorientasi pada promosi tanpa memperhatikan kesiapan internal. Padahal, kekecewaan pelanggan akibat keterlambatan pengiriman atau layanan buruk justru bisa menjatuhkan reputasi sejak awal.

“Konsistensi kualitas dan layanan adalah kunci. Jangan hanya berpikir masuk marketplace, tapi tidak siap mengelola permintaan,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi pemasaran digital, Andry Salim, menegaskan pentingnya momentum kuartal IV sebagai ujian nyata.

"Siap-siap UMKM online mendaur cuan di Q4. Karena kita akan masuk Harbolnas. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, UMKM bisa kewalahan menghadapi lonjakan permintaan dan harbolnas bukan sekadar pesta diskon, melainkan peluang memperluas pasar dan menguji daya saing produk," terangnya.

Ditambahkan, Ketua Panitia Hari Ritel Nasional 2025, Hans Harischandra Tanuraharjo, kolaborasi perspektif akademisi dan praktisi sangat penting.

"Hari Ritel Nasional tidak hanya perayaan, tetapi juga ajang berbagi strategi agar UMKM lebih siap menghadapi era digital. Pesan soal kesiapan internal dan pandangan tentang momentum Harbolnas adalah pelajaran penting untuk UMKM kita," ungkapnya.